Tag Archives: Upacara Pernikahan Blackening

Tradisi Pernikahan paling Unik di Berbagai Negara

Untuk kebanyakan orang termasuk kalian selaku pembaca situs Zapovedi, pernikahan sudah menjadi salah satu momen yang sangat bahagia dan paling ditunggu-tunggu dalam setiap kehidupan manusia di muka bumi ini. Dan ini pun ada beberapa cara untuk merayakan upacara sakral tersebut, dan banyak sudah warga dunia kemudian bisa menciptakan berbagai tradisi unik yang pastinya sarat sekali akan makna sekaligus mampu untuk menjadikannya sebagai momen yang tidak akan mudah terlupakan. Namun dari berbagai hal ritual pernikahan yang ada di berbagai negara ini, sudah ada beberapa diantaranya terkadang melibatkan situs mpo upacara yang sangat amat ekstrim atau tidak masuk akal sama sekali. Walau begitu, berbagai perbedaan dalam sebuah pelaksanaan Upacara Pernikahan ini pada akhirnya justru bisa memperkaya kebudayaan dunia atau negara itu sendiri. 

Dikutip langsung dari situs akurat.co, yang mana ada beberapa tradisi pernikahan paling unik di berbagai negara ini. Yuk, langsung saja melihat berbagai macam pernikahan tersebut dimanakah sebenarnya adat paling unik itu berada ? 

Upacara Pernikahan Blackening di Negara Skotlandia 

Untuk yang pertama kali kami berikan referensi upacara atau tradisi pernikahan unik di Skotlandia. Jika kebanyakan di Indonesia sendiri, khususnya pada budaya Jawa terdapat tradisi Siraman yakni dari Calon Pengantin akan langsung dimandikan agar nantinya bersih secara Spiritual. Maka dari  itu, justru hal ini tidak berlaku di negara Skotlandia, yang khususnya berada di daerah pinggiran Skotlandia Utara. Nah warga Skotlandia juga akan berusaha untuk melumuri kedua calon mempelai dengan berbagai macam benda-benda yang cenderung saja menjijikan seperti halnya : Telur + ikan Mentah + Makanan atau Susu Basi + Cairan Tar + Tepung sampai Lumpur juga ada lho !

Budaya untuk bisa mengotori calon para mempelai sebelum hari dari pernikahan tersebut kemudian bisa dikenal dengan istilah Ritual atau Upacara Blackening atau Menghitamkan. Meskipun sudah terkesan menjijikan, namun tradisi atau upacara Blackening ini bisa memiliki makna yang sangat amat mendalam dengan menyiapkan calon pernikahan agar bisa menjadi kuat di dalam menghadapi segala macam cobaan serta adanya godaan di dalam rumah tangga. 

Sebelum Menikah, Menangis Dianjurkan di China 

Tradisi Menangis – rupanya memang benar ada. Bukannya tersenyum lega atau merasakan gugup di saat menghadapi pernikahan. Para pengantin wanita yang khususnya dari Etnis Tujia di China justru bisa diwajibkan untuk bisa menangis yang setidaknya satu jam dari setiap malamnya bahkan sejak sebulan sebelum adanya acara perkawinan yang ada. Pengantin wanita Tujia yang tidak melakukan hal nangis ini, amak dianggap tidak subur oleh para tamu undangan yang ada. 

Tak hanya itu saja, menurut dari masyarakat suku Tujia. Menangis untuk hari pernikahan bukanlah bentuk dari kesedihan namun sebagai bentuk dari sukacita serta adanya ucapan terima kasih dan juga rasa kasih sayang mempelai wanita kepada orang tua dan juga keluarga lain yang sudah bisa membesarkannya. Sementara itu, setelah masuk hari ke-10, pengantin ini akan langsung didampingi oleh Ibu dan Nenek, sampai dengan saudara Perempuan untuk bisa menangis bersama-sama dalam ritual tersebut. 

India Unik, ada Tradisi Menikahi Pohon 

Di negara India sendiri, sudah ada sebuah tradisi lama yang mewajibkan pengantin perempuan untuk bisa menikah dengan sebuah pohon pisang sebelum benar-benar menikahi sang suami tersebut. Namun ritual dari menikahi pohon pisang hanya saja berlaku bagi calon dari pengantin wanita  yang sudah dilahirkan Manglik atau Mars Bearing. Bisa diartikan dari adanya sebuah Situasi Astrologi ketika Planet Mars sudah ada di rumah untuk hari ke-1, 2, 4, 7, 8 dan juga hari ke 12 dari sebuah bagan Horoskop atas seseorang yang juga biasa saja disebut dengan Mangal Dosha. 

Pasalnya dari gambaran Astrologi, wanita yang terlahir Manglik sudah dianggap memiliki kutukan dan nantinya bisa menyebabkan adanya kematian dini bagi sang suami. Untuk bisa mematahkan kutukan tersebut, sang mempelai wanita harus saja menikahi Pohon Pisang. Kemudian, disana pohon pisang yang sudah saja dinikahi tapi harus saja dihancurkan agar nantinya kutukan bisa benar-benar terangkat. Meskipun praktik ini sering sekali dikritik dan juga dianggap Ilegal lantaran sudah dianggap merendahkan harga diri wanita, namun nyatanya orang masih saja mempraktikan ritual tersebut termasuk bintang Film ternama Bollywood yakni Aishwarya Rai. 

Tes Malam Pertama Mempelai Pengantin oleh Bibi Pengantin Wanita

Sudah menjadi hal yang umum jika Negara Afrika sudah dikenal langsung memiliki segudang tradisi dari budaya yang memang sangat super ekstrim, tanpa terkecuali berbagai macam ritual pernikahannya. Dan salah satu ritual pernikahan unik ini bisa dilakukan oleh masyarakat Banyankole, Uganda Barat dimana bibi dari pengantin wanita juga akan melakukan semacam tes malam pertama kepada para mempelai pengantin. 

Dan dalam melakukan pelaksanaannya, dimana untuk sang bibi ini bisa menerima sebuah tanggung jawab atas konfirmasi kekuatan maupun kejantanan dari sang pengantin pria bahkan, sampai benar-benar melakukan hubungan seksual yang jauh lebih terdahulu. Sementara itu, bagi para pengantin wanita, sang Bibi ini memiliki tugas untuk bisa menguji apakah memang masih mempertahankan adanya keperawanannya sebelum pernikahan tersebut dimulai. Dan dalam beberapa kesempatan yang ada, dimana sang bibi bahkan bisa diperbolehkan untuk mendengarkan – lalu bisa menonton, hingga bisa memandu para pengantin di saat melaksanakan malam pertama. 

Horor ! Mas Kawin Suku Dayak Memakai Kepala Wanita 

Akhirnya kita sampai pada akhir perjumpaan, dimana ditutupnya sangat ciamik oleh tradisi pernikahan seram yang berasal dari Indonesia. Salah satunya pada Suku Dayak yang ada di Indonesia. 

Nah sebelumnya kami ingin menanyakan suatu hal, yakni apakah kalian dulu tahu beberapa suku yang mendiami provinsi Kalimantan seperti halnya Suku Dayak iban di Sarawak – lalu Suku Dayak Marut yang ada di Sabah sampai dengan Dayak Kadazan yang benar-benar pernah menerapkan tradisi atas perburuan kepala manusia ? walau ini memang mengerikan, namun bagi suku-suku Dayak yang memburu kepala manusia dan membawanya kembali ke desa sebagai sebuah tanda dari kejantanan hingga dianggap sebagai sebuah trofi atas kemenangan sang pria tersebut. 

Selain itu, untuk suku ini bisa memenggal adanya kepala manusia yang akan memberikan adanya semacam kemampuan untuk menguasai roh yang nantinya bisa memberikan kekuatan kepada Kolektornya. Tak hanya itu saja, kemampuan untuk bisa menenteng adanya sebuah maupun 2 kepala manusia sudah menjadi sesuatu yang paling saja dicari untuk melamar seorang gadis disana. Bisa dikatakan, untuk suku ini bahwa Kepala Manusia menjadi semacam Mas Kawin yang wajib sekali dibawa oleh sang mempelai laki-laki. 

Walaupun begitu, Tradisi dari perburuan kepala ini sempat saja dilarang oleh rezim bagi para Raja berkulit putih pertama dari negara inggris, yakni Sir Jame Brooke yang mana bisa memimpin kerajaan Sarawak di sekitar tahun 1800 an. Namun dari tradisi kuno ini sempat saja hidup kembali selama pendudukan Jepang dalam Perang Dunia II serta saat kegagalan Pemerintahan indonesia bisa menyerang Sarawak pada tahun 1960 silam.