Tag Archives: Budaya Suku Tiv

Budaya Tradisi yang Paling Menyakitkan Wanita di Afrika

Kali ini kami akan membahas mengenai negara Afrika dengan berbagai macam Budaya serta tradisi yang ada. Dan tak habis pikir, bahwa tradisi maupun budaya itu masih dijalankan dan harus banget diterapkan oleh para wanita yang berada di negara Afrika. Mungkin masuknya ke dalam sebuah suku maupun masyarakat yang ada di sana ya guys… 

Memang menjadi hal wajar jika, di setiap negara yang ada di dunia memiliki tradisi yang kadang-kadang sangat aneh, gila, dan mengerikan ! Berdasarkan dari Suku maupun adat istiadat yang telah dianut, maka mulai saja lahir sebuah tradisi yang mana semakin hari dilakukan dan sudah menjadi sesuatu hal yang dianggap wajar dan sah-sah saja. Tradisi yang dianut ini memang memiliki keunikan masing-masing dari berbagai negara, dan salah satunya adalah negara Afrika. Keunikan suku terdalam yang ada di Afrika, maka akan memperlakukan wanita yang memang jika dilihat di luar masyarakat Afrika bukanlah hal yang memang wajar dan terbilang gila. Berikut ini, kami sudah mendapatkan informasi dari situs kumparan.com mengenai Budaya Tradisi yang Paling Menyakitkan Wanita di Afrika ! 

Mengenal Suku Tiv, Asli Nigeria 

Jadi dalam hal ini Suku Tiv yang berada di Nigeria sudah memiliki cara untuk menunjukkan proses atas kedewasaan seorang perempuan yang akan membuat kalian sangat ngeri gitu. Untuk menandai adanya kedewasaan, maka disini para gadis dari Suku Tiv harus benar-benar menjalani adanya ritual atas penyayatan perut ! ritual ini memang akan dilakukan ketika seorang gadis ini mampu mendapatkan haid pertamanya. Perut gadis ini bisa disayat dengan menggunakan benda tajam yang pastinya akan menyebabkan beberapa torehan luka terbentuk dari garis memanjang. 

Rasanya sendiri sudah pasti sangat menyakitkan. Dikarenakan, ketika sedang menjalani ritual tersebut, maka mereka tidak akan disertai dengan adanya obat bius maupun tindakan medis guna dalam pencegahan infeksi. Gadis ini baru saja bisa disebut sebagai wanita dewasa ketika memang sudah memiliki kurang lebihnya 4 bekas sayatan di bagian perutnya. Selain bisa menandakan kedewasaan, sayatan-sayatan ini mampu dipercaya untuk meningkatkan sebuah kesuburan si gadis. Konon dari luka sayatan ini bisa membantu mereka menjadi jauh lebih menarik lagi di mata para pria sana. 

Orang-orang dari Suku Tiv telah mengklaim adanya bagian tubuh yang terdapat bekas dari luka Sayatan itu sendiri akan meningkatkan sensitivitas wanita saat benar-benar disentuh, bahkan hingga bertahun-tahun kemudian. Jadi luka ini mampu dipercaya dalam memberikan sensasi erotis. Karena itulah, luka dari sayatan perut ini bisa dianggap sangat menarik secara seksual oleh para pria  Suku Tiv. 

Tradisi Budaya Kamerun – Afrika Tengah 

Jadi Republik Kamerun yang ada di Afrika tengah telah memiliki sebuah tradisi yang tidak akan pernah lazim untuk dilakukan oleh orang banyak, yakni dengan menyetrika bagian Payudara. Tradisi ini memang sudah dilakukan selama ratusan tahun terakhir ini. Hal ini memang dilakukan dengan tujuan sebagai pelindung dari para perempuan yang ada di Afrika dari tindakan pemerkosaan dan juga Hamil dibawah umur. Hal ini telah dilakukan untuk bisa menghindari terjadinya segala macam bentuk aktivitas seksual pada remaja perempuan. 

Yang membuatnya unik adalah yang melakukan tindakan ini, mereka para Ibu Kandung dari gadis remaja yang akan langsung disetrika Payudaranya. Tindakan tersebut telah dilakukan dengan menggunakan Spatula – lalu Batu maupun Benda apapun yang memang sudah dipanaskan sebelumnya di atas batu bara. Dan setelah panas, payudara sang gadis ini bisa disetrika hingga benar-benar rata. 

Tradisi ini bisa dilakukan sebagai bentuk usaha untuk mencegah tumbuhnya Payudara pada anak Gadis Kamerun. Oleh sebab itu, tindakan memijat dengan batu panas dan menyetrika payudara dilakukan oleh kaum ibu sesegera mungkin setelah si anak gadis ini memasuki masa puber. Bahkan pada sebagian remaja, tindakan ini telah dilakukan di saat mereka sudah memasuki usia 8 tahun. Dimana saat beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari, maka disini para Gadis bisa dipakaikan kemben yang terbuat dari bahan karet dan sangat ketat untuk meratakan Siluet Payudara. 

Masyarakat dengan Tradisi Leblouh – Afrika Barat 

Garis kecantikan selama ini selalu saja diukur oleh : Bentuk Tubuh + Warna Kulit dari seorang wanita. Namun hal ini benar-benar bertolak belakang dengan definisi cantik di Mauritania – Afrika Barat. Lemak di kawasan tersebut sudah dianggap sebagai kecantikan yang harus didapatkan. Hal ini akan membuat orang tua berbondong-bondong menggemukan sang anak gadisnya dengan berbagai cara yang mungkin saja bisa kembung orang yang akan doyan makan dengan porsi kuli sekalipun itu. 

Jadi menurut para penduduk Mauritania, wanita yang memiliki tubuh gemuk akan langsung jauh lebih enak untuk dipandang + dianggap cantik + kaya serta sangat mudah  sekali untuk diterima secara sosial. Mereka akan langsung dipaksa makan dan menggemukkan badan demi kecantikan yang ada. 

Dari menurut seorang aktivis perempuan, dimana Suku Mauritania mewajibkan setiap anak yang memasuki usia 5 tahun untuk bisa menjadi gemuk. Tradisi ini bisa saja disebut dengan Leblouh, dimana anak-anak ini bisa diwajibkan untuk makan dan minum atas sesuatu yang mengandung protein tinggi. Seperti halnya Susu – Mentega – Kacang dan masih banyak lagi yang lain sebagainya. Anak-anak mampu menjalani prosesi Leblouh ini akan langsung dikirim ke tempat khusus seperti Camp untuk memakan 16.000 Kalori di setiap harinya. Normalnya, dalam kurun waktu sehari orang dewasa hanya akan membutuhkan sekitar 2000 sampai dengan 2.500 kalori yang ada. 

Mengenal Suku Mursi di Afrika Timur 

Agar terlihat cantik, perempuan dari Suku Mursi ini berada di wilayah Southern Omo Valley, lalu Ethiopia Afrika Timur yang akan dipaksa untuk memasang piringan ke bibir di bagian bawah mereka. Pitingan ini nantinya akan diberi nama dengan Dhebi dan menjadikannya sebagai karakteristik spesial bagi perempuan Mursi di Afrika Timur. Konon katanya, untuk tradisi yang dilakukan ini disebabkan laki-laki Mursi memang ingin melindungi adanya perempuan suku tersebut. Mereka bisa membuat para perempuan Mursi yang tampak kurang menawan mengingat dari ratusan sampai dengan hingga ribuan tahun yang lalu, dimana para perempuan di Afrika sudah diperjual belikan untuk menjadi budak. 

Proses untuk menggunakan piring di bibir juga harus melalui adanya tahapan yang menyakitkan dan menyiksa sekali. Menurut dari situs kumparan.com yang dikutip dari situs MursiOnline, saat seorang gadis yang sudah berusia 15 maupun 16 Tahun, dimana bibir bagian bawah mereka akan langsung digunting. Dan dari beberapa kasus bahkan mereka harus saja menanggalkan 2 sampai dengan 4 gigi bagian bawah untuk bisa mendapatkan bentuk yang semaksimal mungkin. Proses pengguntingan tersebut memang biasanya sudah dilakukan oleh sang ibu pada saat ketika anak sudah mencapai adanya masa pubertas. 

Sang ibu ini akan langsung menarik bibir sang anak, kemudian bisa dilubangi hingga menembus dengan menggunakan pisau. Untuk dapat merenggangkan bibir, maka piring akan langsung diletakkan dan akan langsung dibiarkan hingga potongan awal sudah sembuh. Setelah piring ini dibibir, nantinya akan digantikan oleh piring lain yang sedikit lebih besar. proses nya sendiri akan langsung diulang sehingga bibir akan menjadi jauh lebih besar. Untuk para wanita disana penggunaan piring di bibir ini sudah dipandang sebagai hal-hal yang menyangkut harga diri. 

Selain itu masih ada Suku Pokot dari Kenya yang melakukan tradisi sunat untuk wanita, dimana sunat ini akan dilakukan dengan memotong bagian Klitoris dan juga Genitalia Eksternal dan ditutup dengan menjahit vagina tersebut untuk mengurangi adanya hasrat seksual wanita. Dan ini parah banget si, Asli ! Ngilunya sampai kesini nih !