All posts by Henry Sullivan

Menarik dan Unik inilah Upacara Adat Masyarakat Bali

Bali tidak hanya menawarkan keindahan wisatanya dan pemandangan nya saja tetapi juga Bali memiliki julukan Pulau Dewata ini memiliki kebudayaan yang sangat menarik untuk siapa saja jelajahi baik itu wisatawan lokal atau internasional. Hal yang satu ini bisa terlihat dari banyaknya ritual-ritual upacara adat di Bali yang sangat menarik dan juga unik jadi sangat sayang jika dilewatkan. Agar kunjungan kalian yang berikutnya atau pertama kali ke Bali lebih lengkap dan tambah menarik lagi, kalian jangan lewatkan berbagai upacara adat yang ada di Bali yang sangat menarik serta unik untuk di lihat. Berikut ini beberapa upacara adat yang ada di Bali yang perlu kalian ketahui agar kalian mengetahui nya pada saat kalian berkunjung ke Bali. Berikut diantaranya.

Upacara Melasti

Dilakukan setiap tahun sekali sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi di Bali, upacara Melasti bertujuan sebagai penyucian diri bagi penduduk pemeluk agama Hindu. Selama upacara adat di Bali yang diadakan Daftar Sbobet tiga sampai empat hari menjelang Nyepi ini, para penduduk mendatangi beberapa sumber mata air sakral seperti danau, mata air, dan laut yang dipercaya menyimpan mata air kehidupan dan menyucikan diri dengan mengambil tirta amertha (keabadian).

Pada saat upacara adat di Bali satu ini berlangsung, pemangku Hindu akan memercik air suci ke kepala setiap penduduk agar membersihkan semua kotoran dan hal buruk dalam tubuh sehingga jiwa dan raga kembali suci. Untuk menjadi bagian dalam acara adat ini, kamu bisa memilih menginap di hotel-hotel yang berdekatan dengan kuil Hindu besar sekitaran daerah Kuta atau Uluwatu.

Upacara Ngaben

Semua orang sudah pasti mengetahui upacara yang satu ini. Upacara yang satu ini dilakukan oleh masyarakat Bali. yang mana masyarakat bali mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Berbeda dari budaya penguburan jenazah yang dilakukan ketika seseorang meninggal di daerah lain, penduduk Bali punya upacara adat Ngaben yang terkenal. Upacara adat tersebut merupakan ritual khusus yang bertujuan untuk mengantar kepergian jenazah. Ketika upacara Ngaben digelar, tubuh jenazah dibakar dalam rangkaian ritual megah lengkap dengan arak-arakan. Oleh karena kerumitan proses dan banyak biaya yang harus dikeluarkan dalam sekali mengadakan upacara Ngaben, kamu tidak akan menjumpai upacara ini sesering upacara adat di Bali  lainnya.

Upacara Ngaben terbagi menjadi tiga jenis yakni Ngaben Sawa Wedana, Ngaben Asti Wedana, dan Swasta. Upacara Ngaben Sawa Wedana dilakukan setelah jenazah diawetkan sebelum waktu ritual pembakaran berlangsung. Sementara itu Ngaben Asti Wedana dilakukan setelah jenazah dikubur terlebih dahulu. Terakhir, upacara Swasta dilakukan bagi penduduk Bali yang meninggal di luar daerah atau yang jasadnya tidak ditemukan. Bagi penduduk Bali, upacara Ngaben adalah sebuah ritual yang menggembirakan sebab keluarga berhasil mengantar orang-orang yang mereka kasihi pergi ke nirwana. Dalam acara adat di Bali ini, keluarga dan kerabat bahkan dilarang untuk tidak menangis.

Upacara Mekare-kare

Upacara Mekare-kare atau dikenal juga dengan julukan “perang daun pandan” adalah ritual adat yang berasal dari Desa Tenganan. Upacara adat di Bali ini diperuntukan bagi penduduk pria dan menjadi ajang menunjukkan kemampuan mereka dalam bertarung menggunakan daun pandan berduri tajam. Ritual adat Bali ini digelar sebagai penghormatan atas Dewa Indra yang terkenal sebagai dewa perang dalam kepercayaan Hindu. Setelah peperangan menggunakan daun pandan ini digelar, para partisipan akan dirawat dan didoakan oleh orang yang dituakan agar mereka tidak merasakan sakit. 

Upacara Saraswati

Upacara Saraswati digelar untuk merayakan ilmu pengetahuan. Lewat upacara adat di Bali satu ini umat pemeluk agama Hindu mengadakan ritual pemujaan Dewi Saraswati yang dipercaya membawa ilmu pengetahuan ke muka bumi sehingga manusia menjadi terpelajar. 

Semua yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan seperti buku dan kitab didoakan dalam upacara Saraswati. Tak hanya itu, dalam rangkaian upacara adat di Bali ini, kamu bisa menonton pentas tari dan pembacaan cerita hingga semalam suntuk.

Upacara Adat Ngerupuk

Masih termasuk dalam rangkaian acara Hari Raya Nyepi, upacara Ngerupuk digelar dengan tujuan mengusir Bhuta Kala agar tidak mengganggu kehidupan manusia saat sedang melakukan brata penyepian. Upacara adat Bali ini dilakukan tepat sehari sebelum hari Nyepi tiba dan masyarakat wajib melakukan persembahan kepada Bhuta Kala. 

Ritual dimulai dengan mengobori rumah, menyemburi rumah serta pekarangan dengan mesiu, dan memukul benda hingga menimbulkan suara gaduh. Setelah ritual adat di Bali ini selesai, kamu bisa menyaksikan pawai ogoh-ogoh yang diarak bersama obor mengelilingi kawasan tinggal warga.

Upacara Galungan

Istilah galungan berasal dari bahasa Jawa Kuno dan berarti ‘Menang’. Sesuai dengan asal namanya, upacara adat di Bali yang satu ini bertujuan merayakan kemenangan melawan kejahatan. Selain itu, upacara Galungan juga digelar untuk memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya. Upacara adat Bali ini dilakukan tiap 6 bulan sekali dalam perhitungan kalender Bali dan dilakukan selama 10 hari berturut-turut.

Upacara Mepandes

Dikenal juga dengan nama Metatah atau Mesangih, upacara adat Mepandes dilakukan ketika seorang anak mulai memasuki masa remaja. Upacara pemotongan gigi ini digelar dengan tujuan untuk menghilangkan nafsu buruk seperti keserakahan, kecemburuan, marah, dan sebagainya. Baik anak lelaki yang suaranya sudah memberat dan anak perempuan yang telah mendapatkan menstruasi pertama akan melakukan ritual keagamaan sebelum gigi mereka dipotong oleh orang yang dituakan secara adat sebagai simbol pendewasaan.

Upacara Omed-Omedan

Kalau kamu ingin menyaksikan upacara yang benar-benar unik di Bali, datanglah sehabis Nyepi. Biasanya ada upacara Omed-Omedan yang berlangsung di kawasan Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, Bali. Upacara ini dimulai dengan melakukan persembahyangan massal di pura. Selanjutnya, dua kelompok pemuda dan pemudi yang belum menikah dengan rentang usia 18-30 tahun akan mulai berhadapan. 

Biasanya akan ada satu pemuda dan pemudi yang maju lalu disiram dengan air. Mereka akan berusaha saling bertarung dan kadang diakhiri dengan saling berciuman. Tradisi Omed-Omedan konon sudah ada sejak puluhan tahun silam dan masih dipertahankan hingga sekarang oleh penduduk di Denpasar khususnya. Nah, kalau kamu ingin menyaksikan upacara yang unik ini, kamu bisa mencari penginapan di hotel-hotel sekitar Denpasar.

Upacara Ngurek

Upacara yang satu ini terbilang cukup ekstrim nih. Hal ini karena Ngurek dianggap mirip dengan debus. Nantinya, seseorang yang terlibat dalam Upacara Ngurek ini akan menusuk tubuh mereka menggunakan keris. Namun, bukan sekedar upacara biasa, Ngurek memiliki nilai moral yang dalam lho. Di mana sebagai manusia, kita wajib meyakini Tuhan Yang Maha Esa. Dengan begitu, kamu akan diberikan anugerah dan juga pertolongan oleh Yang Maha Kuasa. 

Tradisi Aneh di Masa Lalu yang Sudah Dilupakan

Kebudayaan adalah salah satu nilai atau kebiasaan yang mana hal tersebut menjadi jati diri sebuah komunitas satu kelompok orang. Seiring berjalannya waktu dan juga adanya pergantian abad, kebiasaan yang biasa orang lakukan mulai berubah. Perubahan itu merupakan salah satu yang tidak bisa dipungkiri lagi. Dengan adanya pergantian zaman dan juga teknologi yang semakin berkembang membuat beberapa komunitas mulai memodernisasikan budaya yang selama ini mereka jalankan. Namun hal tersebut tidak mengartikan bahwa kebudayaan mereka hilang sepenuhnya. Kebiasaan itu hanya digantikan saja atau disederhanakan saja menjadi sesuatu yang dapat diterima dengan mudah oleh banyak masyarakat sesuai dengan zamannya.

Itu kenapa praktek yang sering kali dilakukan oleh nenek moyang pada zaman dahulu kala, sangat sulit untuk dimengerti bagi kebanyakan orang yang hidup pada zaman ini. Seperti rasa sakit yang harus mereka rasakan pada saat mereka menjalankan ritual, resiko yang tinggi dan juga sangat berbahaya, serta kegiatan yang mereka lakukan tidak masuk di akal sama sekali. Berikut ini ada beberapa contoh kebiasaan yang sudah kuno yang sudah mulai ditinggalkan dan juga sudah mulai dilupakan oleh masyarakat. Berikut diantaranya.

Pengikat Kaki atau Foot Binding

Tidak ada yang tahu pasti kapan dan di mana asal mula kebudayaan kuno satu ini. Namun ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa, tradisi mengikat kaki diduga berasal dari zaman Dinasti Shang (1700-1027 SM). Konon katanya kebiasaan itu dikabarkan bermula dari Permaisuri Shang yang memiliki kelainan bentuk pada kakinya. Kelainan tersebut membuat dia tidak bisa meletakkan kakinya pada suatu bidang datar.

Oleh karena itu sang permaisuri memerintahkan agar semua perempuan di wilayahnya wajib mengikat kaki mereka. Namun, menurut catatan sejarah dari Dinasti Song (960-1279 M), kebiasaan mengikat kaki tersebut bermula pada masa kejayaan Li Y ia adalah seorang penguasa China pada 961-975M. Kebudayaan itu menyebar luas. Hingga pada abad ke-16, setiap wanita Dinasti Qing yang ingin menikah wajib mengikat kaki mereka terlebih dahulu.

Gajah Sebagai Algojo

Dulu, beberapa komunitas di dunia menggunakan gajah sebagai ‘algojo’ dan melakukan eksekusi mati serta hukuman. Metode hukuman ini dulunya dilakukan di Barat. Namun lebih sering digunakan di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan, terutama India. Jenis hukuman yang juga dikenal dengan sebutan Gunga rao, telah digunakan di negara itu sejak abad pertengahan. Gunga Rao populer pada Abad ke-19. Hukuman kejam itu dihentikan ketika Inggris mulai menjajah India.

Seppuku 

Seppuku merupakan tradisi ‘mensucikan’ nama baik yang populer di kalangan Samurai Jepang. Seppuku adalah praktik membunuh diri sendiri dengan menusuk perut hingga mengeluarkan isinya, yang dilakukan untuk mengembalikan nama baik. Salah satu praktik Seppuku terkenal yang pernah dilakukan adalah kematian samurai Minamoto Tametomo dan penyair Minamoto Yorimasa pada akhir Abad ke-12.

Praktik Seppuku dilakukan dengan mengembangkan kasur putih yang dikelilingi oleh saksi mata. Samurai yang akan melaksanakan Seppuku akan duduk di tengah-tengah dengan mengenakan kimono putih. Di sebelahnya duduk samurai ‘kedua’ yang akan memenggal nyawa pelaku Seppuku, setelah dia selesai menyayat perutnya. Hal itu dilakukan agar sang samurai tidak merasakan sakit terlalu lama.

Sepatu Hak Tinggi untuk Pria

Sepatu hak tinggi merupakan salah satu tren sepatu yang sangat populer di kalangan wanita. Namun ternyata pada zaman dulu mode sepatu itu juga digunakan oleh pria. Tidak ada yang tahu pasti kapan hak tinggi pertama kali diciptakan. Tapi jenis sepatu itu digunakan oleh aktor Yunani kuno. Sepatu yang disebut ‘kothorni’ itu digunakan dari tahun 200 Sebelum Masehi. Awalnya sepatu itu menggunakan sumbat kayu sebagai haknya. 

Perbedaan tinggi hak sepatu seseorang kala itu menentukan status sosial mereka di kalangan masyarakat. Sepatu hak tinggi juga populer digunakan oleh pria dan wanita Eropa pada abad pertengahan. Alas kaki yang mereka gunakan pada zaman itu dikenal dengan sebutan patterns. Alas hak sepatu atau pattern digunakan untuk melindungi sepatu dari jalanan yang becek dan berlumpur. Selain untuk melindungi sepatu dari lumpur, patterns juga digunakan untuk menjaga keawetan sepatu yang kala itu banyak terbuat dari bahan mahal dan rapuh.

Menghitamkan Gigi

Kebudayaan menghitamkan gigi atau Ohaguro sangat populer di Jepang kuno. Praktik budaya itu diaplikasikan kepada (umumnya) para wanita muda Negeri Sakura. Menghitamkan gigi diartikan sebagai lambang kecantikan dan kematangan seksual seorang wanita kala itu.

Tumbal Manusia

Menjadikan manusia sebagai persembahan atau tumbal merupakan praktik yang banyak dilakukan oleh komunitas manusia pada zaman kuno. Terutama di China dan Mesir. Kuburan penguasa dua negara itu dilubangi. Tempat itu berisikan banyak kerangka manusia, yang dipercaya arwahnya akan menjadi pelayan di kehidupan sesudah kematian.

Tidak hanya di China dan Mesir, potongan-potongan kerangka manusia yang dijadikan tumbal dalam ritual juga dapat ditemukan di Eropa dan Inggris. Sementara itu pengorbanan bagi suku Maya dan Aztek dilakukan dengan meletakkan jantung yang masih berdetak tumbal, di atas altar kuil.

Kosmetik dari Kotoran Buaya

Bangsa Romawi menggunakan riasan wajah untuk mempertahankan kecantikan alami yang dimiliki seorang wanita. Bagi masyarakat Romawi, kecantikan berarti memiliki wajah dan kulit yang putih tanpa ada corak warna-warni pada ‘kanvasnya’. Semakin putih seorang wanita maka akan semakin dianggap cantik perempuan itu.

Hal tersebut membuktikan kepada penduduk bahwa dia jarang keluar rumah dan cukup kaya untuk memiliki pelayan. Namun, karena kulit orang Romawi pada dasarnya berwarna kuning langsat, bukannya putih gading, mereka tetap menggunakan beberapa bahan pemutih kulit. Seperti menggunakan bubuk kapur, kotoran buaya, dan timah putih untuk memutihkan seluruh wajah mereka.

Kebiri Kasim

Pada zaman China kuno hingga Dinasti Sui kebiri merupakan salah satu dari Lima Hukuman serangkaian hukuman fisik yang diberlakukan dalam hukum pidana. Pengebirian juga salah satu syarat untuk mendapatkan pekerjaan di layanan kekaisaran. Pada masa kejayaan Dinasti Han, para kasim akan berdatangan ke istana, untuk mendapatkan kesempatan mengabdi di dalam kekaisaran.

Di sana mereka juga dapat mengumpulkan kekuatan politik dalam jumlah yang besar. Kasim tidak pernah dianggap menjadi sebuah ancaman bagi penguasa. Hal tersebut karena orang yang telah dikebiri tidak akan bisa memiliki anak atau mewariskan kekuasaan pada keturunannya. Oleh karena itu, kaisar yang memiliki banyak selir di Kota Terlarang, tidak khawatir selirnya akan dihamili oleh pria lain selain dirinya.

Membuat Diri Sendiri Menjadi Mumi

Membuat diri sendiri menjadi mumi populer dilakukan di kalangan biksu di China dan Jepang. Kala itu mereka percaya bahwa dengan kondisi tubuh yang utuh, arwah mereka dapat mencapai dunia lain dengan selamat. Oleh karena itu banyak biksu yang berlatih keras untuk membuat tubuh mereka berubah menjadi mumi dengan melalui proses yang rumit dan sulit.

Tradisi Kematian Paling Mengerikan di Dunia

Kematian adalah salah satu fenomena yang paling tidak bisa dijelaskan yang akan dialami dalam kehidupan siapa saja. Ada berbagai pendapat tentang apa yang akan terjadi ketika seseorang meninggal dunia. Misalnya itu seperti akan kemanakah arwah atau jiwa itu akan pergi? Beberapa orang pasti memiliki jawabannya masing masing dan sudah pasti tidak akan ada yang sama, walaupun sudah pasti ada juga yang tidak mengetahui jiwa orang yang meninggal akan kemana. Manusia adalah spesies yang langka karena melakukan kedukaan setelah seseorang sanak keluarga ada yang meninggal, misalnya melalui perkabungan tangkasnet terbaru, doa, dan juga perasaan yang amat kepedihan. Ada beberapa cara untuk orang merasakan berduka yang terdengar sangat tidak biasa dan juga pasti sangat asing untuk kalian semua dan juga untuk pandangan masa kini. Berikut ini ada beberapa cara tradisi orang yang berkabung.

Membalik Tulang

Praktik untuk membalik tulang yang ada di Madagaskar ini sudah dikenal dengan sebutan ‘famadihana’. Kerabat orang yang sudah meninggal akan membongkar kuburan seseorang dan menggelar sebuah pesta besar-besaran bersama dengan jasad mendiang yang sudah dikubur.

Perayaan akan berlangsung setiap 5 tahun sekali hingga benar-benar jasad tersebut benar-benar sudah meluruh ke tanah dan menyatu dengan tanah karena hal ini dianggap mendiang sudah pergi arwahnya. Hal ini memang terlihat sangat traumatis, tapi pesta yang dilakukan oleh orang orang tersebut dengan jasad yang masih rapi terbungkus. 

Menyapu Makam

Menyapu makam merupakan praktik di Toraja, Indonesia, dan pada dasarnya mirip dengan pembalikan tulang di Madagaskar. Di Toraja, para kerabat mendatangi makam, mengambil jasad, lalu membersihkan baik kuburan maupun jasad tersebut.

Kadang-kadang, pakaiannya diganti dan rambut tersisa dirapikan. Kemudian, diberi bunga dan hiasan. Bisa juga ada pesta kecil, lalu kemudian jasadnya kembali ke makam.

Selfie Bersama Jasad

  • Fotografi Orang Mati

Fotografi orang mati cukup lazim pada masa era Victoria Inggris ketika kamera tidak sebanyak sekarang dan proses foto berlangsung lama serta mahal. Dengan demikian, jarang ada anggota keluarga yang memiliki foto seseorang yang mereka cintai karena sudah terlanjur meninggal dunia.

Dengan demikian, foto seseorang yang sudah meninggal mungkin merupakan foto satu-satunya para anggota keluarga bersama orang itu. Seringkali, anak-anak dan balita menjadi obyek foto karena angka kematian anak dan balita yang jauh lebih tinggi daripada sekarang. Biasanya mudah mengenali foto orang yang sudah mati ketika dikelilingi oleh kerabat karena mereka yang masih hidup cenderung bergerak-gerak ketika proses foto dilakukan. Pada zaman itu, proses pengambilan foto lebih lama daripada sekarang.

  • Peti Mati Tergantung

Proses penggantungan peti mati lazim bagi beberapa budaya berbeza, tapi terutama dilakukan di China. Dalam praktiknya, peti mati digantung kan dari tebing. Ada pasak-pasak di sisi tebing untuk memegang peti mati itu.

Mereka percaya bahwa penempatan jasad di tempat yang lebih tinggi akan membantu mendekati angkasa dan lebih aman dari hewan dan gangguan lain. Beberapa budaya juga mengumpulkan air yang mengumpul dalam peti mati dan membutuhkannya ke seluruh tubuh agar merasa lebih dekat dengan yang sudah meninggal.

  • Amputasi Jari

Ritual yang sekarang sudah dilarang ini dulunya lazim di kalangan suku Dani di Papua Nugini. Anggota suku memotong jari-jari mereka ketika ditinggal mati orang yang dicintai sebagai simbol kepedihan dan penderitaan ketika kehilangan. Ritual itu juga dianggap mengusir roh-roh jahat.

Untuk memotong sebuah jari, pelaku mengikatkan tali dengan ketatnya pada jari yang akan dipotong. Kemudian seorang anggota keluarga akan memotongnya dengan kapak dan mengeringkan lukanya. Pemotongan dilakukan setiap ada anggota keluarga dekat yang meninggal dunia.

  • Endocannibalism 

Kanibalisme adalah praktik mengerikan ketika seseorang menyantap manusia lain. Tapi, tidak mengerikan bagi sejumlah budaya karena menyantap jasad seseorang yang dicintai adalah cara terbaik untuk menghibur kedukaan. Hal demikian disebut endocannibalism.

Praktik itu tidak khas hanya untuk satu budaya tertentu, karena ditemukan terjadi di berbagai budaya dan suku di seluruh dunia. Bagi sejumlah orang, cara terbaik mengucapkan selamat tinggal adalah dengan memotong-motong jasad, memakannya, dan mencernanya. Hal itu menjadi cara pemanfaatan terbaik suatu jasad sekaligus menyerap apa yang tersisa.

  • Makam Langit

Makam langit adalah praktik lazim di kalangan penganut Buddha di Tibet. Jasad seseorang di bawah ke puncak pegunungan, di tempat terbuka dan dibiarkan meluruh di bawah matahari sekaligus menjadi santapan bagi hewan-hewan buas terutama burung-burung.

Burung-burung itu kemudian terbang ke tempat-tempat jauh dan menyebarkan bagian-bagian jasad ke beberapa tempat yang berbeda. Bagi beberapa budaya, ketika burung dan hewan luar menyantap kulit dan bagian dalam seseorang dipandang sebagai sesuatu yang harus dihindari. Tapi, dalam beberapa agama, tubuh ini hanyalah kendaraan atau ‘sarana’ bagi jiwa yang kegunaannya tidak diperlukan lagi ketika nyawa sudah meninggalkannya.

Budak Seks Dibakar Hidup-hidup

  • Bangsa Viking dan Budak Malang

Bangsa Viking digambarkan sebagai bangsa yang cukup brutal, bahkan pemakamannya pun ekstrem. Ketika Pimpinan suku meninggal dunia, warga segera menguburkannya. Lalu, selama 10 hari, mereka mempersiapkan pakaian yang akan dipakai dan sesajen ayam dan ternak lain yang akan dikremasi bersamanya.

Setelah 10 hari, mereka menggali jasadnya dan mempersiapkan satu atau dua budak yang biasanya wanita untuk dikremasi bersama agar membantu Pimpinan di kehidupan kemudian. Selama 10 hari penantian itu jugalah budak-budak tersebut melayani seks warga suku sebagai bentuk kecintaan kepada sang Pimpinan. Pada akhirnya, budak-budak itu dibakar hidup-hidup ketika dilakukan kremasi terhadap jasad sang Pimpinan.

  • Pemakaman Tengkorak

Ini adalah salah satu praktik yang hanya dilakukan di suatu desa di pulau Kiribati. Jasad seseorang yang meninggal dikubur di depan rumah dan selama beberapa bulan ke depan, setelah jasad sudah cukup meluruh, warga menggali lagi kuburan itu untuk mengambil tengkoraknya.

Tengkorak itu kemudian dibersihkan dan dipoles, lalu disuguhi sesajen dan tembakau, lalu ditaruh di tempat tertinggi dalam rumah.

  • Mumifikasi Diri

Praktik ini pernah lazim di kalangan para rahib Buddha di Jepang. Ritual itu melibatkan 3000 hari pelatihan dan pada dasarnya membiarkan rahib itu kelaparan. Ia bahkan meminum cairan yang membuatnya muntah. Ketika tiba waktunya, ia akan duduk dalam makam dalam keadaan hampir kedap dan hanya menyisakan sedikit celah untuk udara. Rahib itu duduk melantunkan doa terus menerus sambil mendentingkan bel.

Setelah semua dentingan berhenti, orang yang di luar menganggap ia sudah mati dan menutup makamnya. Tiga tahun kemudian, makam dibuka untuk memastikan.

  • Totem Kematian

Tiang totem sebagai praktik lazim suku-suku pribumi di barat daya Amerika biasanya menjadi simbol keindahan kehidupan seseorang. Tapi ada satu jenis yang menyeramkan, yaitu tiang totem kematian.

Pada tiang itu, diukirkan lubang pada tiang, lalu jasad pemimpin dijejalkan ke dalam. Karena lubangnya biasanya terlalu sempit, maka jasad dipukuli hingga lunak dengan menggunakan tongkat kayu.

Tradisi Aneh Kaum Wanita di Dunia

Setiap negara pastinya memiliki sebuah tradisi tersendiri yang hingga saat ini masih dilakukan oleh kebanyakan orang yang di dunia. Buktikan saja pada sederet tradisi yang aneh yang dilakukan oleh kaum wanita yang ada di dunia. Tradisi sejatinya sudah sangat melekat pada masing masing setiap suku yang ada dan juga berbagai negara. Tradisi juga sudah dianggap sebagai sebuah simbol, yang bahkan beberapa diantaranya memang diperuntukan bagi para kaum wanita. Melansir dari beberapa sumber yang ada berikut ini tradisi aneh yang masih dilakukan oleh kaum wanita yang ada di seluruh dunia. 

Tradisi Khitanan, Uganda

Wanita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang spesial. Namun hal tersebut tampaknya tidak terlalu berlaku bagi para kaum hawa di Suku Sabiny, Uganda, Afrika Timur. Jika di Indonesia khitanan atau sunat perempuan dilakukan saat bayi, berbeda halnya dengan tradisi di suku Sabiny. Di sana, kaum hawa harus mengikuti prosesi sunat saat usianya dewasa. Bagian klitoris mereka akan dipotong sebagian atau seluruhnya.

Tujuan dari tradisi tersebut diketahui untuk menurunkan hasrat seksual wanita, sehingga dia bakal tetap setia pada pasangannya. Tidak hanya itu saja, menurut keyakinan Suku Sabiny, wanita yang dikhitan juga dinilai mampu menahan rasa sakit saat mereka akan melahirkan, sekaligus dianggap tangguh saat menghadapi kerasnya hidup. Kalau alasannya begitu, kira-kira kamu setuju tidak nih dengan tradisi aneh kaum wanita di dunia yang satu ini?

Tradisi chhaupadi, Nepal

Tradisi aneh kaum wanita yang ada di dunia berikutnya datang dari wilayah pedesaan Nepal, yaitu tradisi Chhaupadi. Dikatakan aneh sebab di sana, para wanita terpaksa harus mengasingkan diri jauh dari keluarganya saat masa menstruasi tiba. Mereka dianggap sedang tidak suci dan bisa membawa malapetaka jika dibiarkan hidup berdampingan dengan keluarga di dalam rumah. Alhasil, saat para perempuan ini menstruasi, mereka mesti tinggal di gudang atau gubuk yang kadang kala jaraknya amat jauh dan masuk ke dalam hutan terpencil.

Selama pengasingan ini, tidak sedikit dari kaum hawa yang menderita. Bahkan beberapa diantaranya mengalami kejadian tak menyenangkan seperti menjadi korban pemerkosaan hingga digigit ular berbisa.

Tradisi Tato Sekujur Tubuh, Paraguay dan Brazil

Tradisi aneh kaum wanita yang ada di dunia berikutnya adalah dengan mentato sekujur tubuh. Tradisi ini banyak dilakukan di Paraguay dan Brazil, yang memang masih cukup kental dengan budaya Amazon. Mau suka atau tidak, di sana para wanita wajib ditato, terutama saat mereka telah beranjak dewasa dan memasuki masa menstruasi pertama. Beberapa bagian tubuh yang biasanya akan ditato adalah payudara, punggung, dan perut. Proses penatoan ini dianggap sangat menarik secara seksual, dan membuat wanita semakin cantik.

Tradisi Menangis 30 Hari, China

Nangis karena putus mungkin sudah mainstream. Tapi, pernah tidak kamu melihat atau membayangkan seorang wanita wajib menangis selama 1 bulan penuh? Hal itu nyata adanya lho, dan kemungkinan besar masih dilakukan sampai sekarang. Di China, tepatnya Provinsi Sichuan, calon mempelai wanita wajib menangis setiap malam selama 1 belum penuh jelang pernikahan mereka. Bahkan, kalau si wanita ini tidak menangis, maka keluarganya lah yang mesti membuat dia menangis meski dengan cara dipukul.

Tradisi aneh kaum wanita di dunia ini dilakukan karena masyarakat disana percaya, bahwa tangisan calon mempelai bakal jadi berkah bagi hari pernikahan mereka dan rumah tangga yang dibina.

Tradisi Memahat Gigi, Mentawai

Beralih dari negara China, tradisi aneh yang berikutnya itu dari wanita dari suku Mentawai, Indonesia. Tradisi yang ada di suku ini memperlihatkan bagaimana seorang wanita yang semestinya harus memiliki gigi yang runcing. Sebab, kalau menurut kepercayaan orang suku Mentawai, wanita yang memiliki gigi yang runcing akan memiliki daya kharisma tersendiri yang mana akan membuatnya terlihat jauh lebih cantik.

Misalkan, jika kita memposisikan masyarakat yang masih awam, pasti akan melihat bila tradisi tersebut malah akan menyakiti kaum wanita yang ada di suku tersebut. Pasalnya untuk memahat gigi tidak menggunakan obat bius atau obat apapun yang dapat mengebalkan bagian yang akan dipahat. Mereka harus menahan rasa sakit itu yang tidak tertahan pada saat pisau yang memiliki ukuran sedang mulai menembus saraf-saraf gigi kaum wanita. Pasti tidak akan terbayangkan semenyakitkan apa melakukan tradisi tersebut.

Tradisi tes keperawanan, Afrika Selatan

Keperawanan adalah sesuatu yang tabu untuk dibicarakan di Indonesia. Namun berbeda halnya dengan tradisi aneh kaum wanita di dunia yang satu ini.

Di Afrika Selatan, tepatnya di wilayah yang ditinggali suku Melawai, mereka justru menyuruh anak perempuan yang akan memasuki masa dewasa untuk melakukan ritual tes keperawanan. Tes ini bisa dibilang cukup membuat kaum hawa menderita, karena prosesnya dilakukan dengan cara membayar seorang laki-laki untuk berhubungan badan dengan mereka. Hingga sekarang ini tradisi tersebut masih dilakukan oleh orang suku Melawai pedalaman. Bisa kalian bayangkan seperti apa tes tersebut dilakukan oleh orang orang sana semengerikan apa.

Tradisi Cincin Leher, Thailand

Kalau tradisi aneh kaum wanita di dunia yang satu ini mungkin sudah sering kali kamu lihat di berbagai pemberitaan media. Tradisi cincin leher di daerah Mae Hong Son, Thailand ini sudah dilakukan secara turun temurun terutama oleh masyarakat suku Karen.

Para wanita dari suku tersebut diwajibkan untuk memakai cincin leher yang terbuat dari kawat kuningan. Bahkan, mereka telah melaksanakan tradisi ini sejak usia lima tahun. Konon, tujuan dari penggunaan cincin ini sendiri adalah sebagai simbol kecantikan, yang mana wanita dengan leher yang panjang dan ramping dianggap lebih menarik secara fisik.

Tradisi Dikubur Dalam Pasir, California

Tradisi aneh kaum wanita di dunia lainnya adalah dikubur dalam pasir. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Luiseno, California. Di sana, para wanita yang baru memasuki masa menstruasi pertamanya akan diminta untuk mengikuti tradisi penguburan tubuh dalam pasir. Tradisi ini dipimpin oleh tetua suku.

Sang wanita ini bakal dikubur dalam pasir sembari mendegarkan nasihat-nasihat yang dilontarkan oleh si tetua suku. Tradisi ini dilakukan saat siang hari. Biasanya setelah menjalani ritual, seorang wanita bakal dianggap layak kedudukannya, dan juga dinilai mampu untuk menjalani kehidupan sebagaimana mestinya.

Tradisi Setrika Payudara, Afrika Tengah

Tradisi aneh kaum wanita di dunia adalah setrika payudara. Tradisi ini kemungkinan besar masih dilakukan di Kamerun, Afrika Tengah. Alasan utamanya karena para orangtua di sana tidak ingin jika anak perempuannya menjadi objek kekerasan seksual pria. Sehingga tercetuslah tradisi ini, dan anehnya yang melakukan tradisi ini adalah ibu kandung dari anak perempuan tersebut lho.

Ya, sang ibu bakal melakukan tradisi tersebut, dengan cara menyetrika payudara anak perempuannya dengan menggunakan kayu ataupun batu yang sudah dipanaskan. Berdasarkan penjelasan dari National Geographic, kayu maupun batu panas ini bakal meluruhkan lemak pada payudara, sehingga tampak lebih kecil dan bahkan jaringan sarafnya tidak tumbuh lagi. Sangat aneh sih jika tradisi ini masih dipakai. Semestinya untuk menghindari kekerasan seksual, bukan tugas seorang perempuan yang harus tersiksa. Malahan semestinya pihak laki-laki lah yang harus diberikan aturan ketat dan sanksi berat.

Tradisi Pernikahan paling Unik di Berbagai Negara

Untuk kebanyakan orang termasuk kalian selaku pembaca situs Zapovedi, pernikahan sudah menjadi salah satu momen yang sangat bahagia dan paling ditunggu-tunggu dalam setiap kehidupan manusia di muka bumi ini. Dan ini pun ada beberapa cara untuk merayakan upacara sakral tersebut, dan banyak sudah warga dunia kemudian bisa menciptakan berbagai tradisi unik yang pastinya sarat sekali akan makna sekaligus mampu untuk menjadikannya sebagai momen yang tidak akan mudah terlupakan. Namun dari berbagai hal ritual pernikahan yang ada di berbagai negara ini, sudah ada beberapa diantaranya terkadang melibatkan situs mpo upacara yang sangat amat ekstrim atau tidak masuk akal sama sekali. Walau begitu, berbagai perbedaan dalam sebuah pelaksanaan Upacara Pernikahan ini pada akhirnya justru bisa memperkaya kebudayaan dunia atau negara itu sendiri. 

Dikutip langsung dari situs akurat.co, yang mana ada beberapa tradisi pernikahan paling unik di berbagai negara ini. Yuk, langsung saja melihat berbagai macam pernikahan tersebut dimanakah sebenarnya adat paling unik itu berada ? 

Upacara Pernikahan Blackening di Negara Skotlandia 

Untuk yang pertama kali kami berikan referensi upacara atau tradisi pernikahan unik di Skotlandia. Jika kebanyakan di Indonesia sendiri, khususnya pada budaya Jawa terdapat tradisi Siraman yakni dari Calon Pengantin akan langsung dimandikan agar nantinya bersih secara Spiritual. Maka dari  itu, justru hal ini tidak berlaku di negara Skotlandia, yang khususnya berada di daerah pinggiran Skotlandia Utara. Nah warga Skotlandia juga akan berusaha untuk melumuri kedua calon mempelai dengan berbagai macam benda-benda yang cenderung saja menjijikan seperti halnya : Telur + ikan Mentah + Makanan atau Susu Basi + Cairan Tar + Tepung sampai Lumpur juga ada lho !

Budaya untuk bisa mengotori calon para mempelai sebelum hari dari pernikahan tersebut kemudian bisa dikenal dengan istilah Ritual atau Upacara Blackening atau Menghitamkan. Meskipun sudah terkesan menjijikan, namun tradisi atau upacara Blackening ini bisa memiliki makna yang sangat amat mendalam dengan menyiapkan calon pernikahan agar bisa menjadi kuat di dalam menghadapi segala macam cobaan serta adanya godaan di dalam rumah tangga. 

Sebelum Menikah, Menangis Dianjurkan di China 

Tradisi Menangis – rupanya memang benar ada. Bukannya tersenyum lega atau merasakan gugup di saat menghadapi pernikahan. Para pengantin wanita yang khususnya dari Etnis Tujia di China justru bisa diwajibkan untuk bisa menangis yang setidaknya satu jam dari setiap malamnya bahkan sejak sebulan sebelum adanya acara perkawinan yang ada. Pengantin wanita Tujia yang tidak melakukan hal nangis ini, amak dianggap tidak subur oleh para tamu undangan yang ada. 

Tak hanya itu saja, menurut dari masyarakat suku Tujia. Menangis untuk hari pernikahan bukanlah bentuk dari kesedihan namun sebagai bentuk dari sukacita serta adanya ucapan terima kasih dan juga rasa kasih sayang mempelai wanita kepada orang tua dan juga keluarga lain yang sudah bisa membesarkannya. Sementara itu, setelah masuk hari ke-10, pengantin ini akan langsung didampingi oleh Ibu dan Nenek, sampai dengan saudara Perempuan untuk bisa menangis bersama-sama dalam ritual tersebut. 

India Unik, ada Tradisi Menikahi Pohon 

Di negara India sendiri, sudah ada sebuah tradisi lama yang mewajibkan pengantin perempuan untuk bisa menikah dengan sebuah pohon pisang sebelum benar-benar menikahi sang suami tersebut. Namun ritual dari menikahi pohon pisang hanya saja berlaku bagi calon dari pengantin wanita  yang sudah dilahirkan Manglik atau Mars Bearing. Bisa diartikan dari adanya sebuah Situasi Astrologi ketika Planet Mars sudah ada di rumah untuk hari ke-1, 2, 4, 7, 8 dan juga hari ke 12 dari sebuah bagan Horoskop atas seseorang yang juga biasa saja disebut dengan Mangal Dosha. 

Pasalnya dari gambaran Astrologi, wanita yang terlahir Manglik sudah dianggap memiliki kutukan dan nantinya bisa menyebabkan adanya kematian dini bagi sang suami. Untuk bisa mematahkan kutukan tersebut, sang mempelai wanita harus saja menikahi Pohon Pisang. Kemudian, disana pohon pisang yang sudah saja dinikahi tapi harus saja dihancurkan agar nantinya kutukan bisa benar-benar terangkat. Meskipun praktik ini sering sekali dikritik dan juga dianggap Ilegal lantaran sudah dianggap merendahkan harga diri wanita, namun nyatanya orang masih saja mempraktikan ritual tersebut termasuk bintang Film ternama Bollywood yakni Aishwarya Rai. 

Tes Malam Pertama Mempelai Pengantin oleh Bibi Pengantin Wanita

Sudah menjadi hal yang umum jika Negara Afrika sudah dikenal langsung memiliki segudang tradisi dari budaya yang memang sangat super ekstrim, tanpa terkecuali berbagai macam ritual pernikahannya. Dan salah satu ritual pernikahan unik ini bisa dilakukan oleh masyarakat Banyankole, Uganda Barat dimana bibi dari pengantin wanita juga akan melakukan semacam tes malam pertama kepada para mempelai pengantin. 

Dan dalam melakukan pelaksanaannya, dimana untuk sang bibi ini bisa menerima sebuah tanggung jawab atas konfirmasi kekuatan maupun kejantanan dari sang pengantin pria bahkan, sampai benar-benar melakukan hubungan seksual yang jauh lebih terdahulu. Sementara itu, bagi para pengantin wanita, sang Bibi ini memiliki tugas untuk bisa menguji apakah memang masih mempertahankan adanya keperawanannya sebelum pernikahan tersebut dimulai. Dan dalam beberapa kesempatan yang ada, dimana sang bibi bahkan bisa diperbolehkan untuk mendengarkan – lalu bisa menonton, hingga bisa memandu para pengantin di saat melaksanakan malam pertama. 

Horor ! Mas Kawin Suku Dayak Memakai Kepala Wanita 

Akhirnya kita sampai pada akhir perjumpaan, dimana ditutupnya sangat ciamik oleh tradisi pernikahan seram yang berasal dari Indonesia. Salah satunya pada Suku Dayak yang ada di Indonesia. 

Nah sebelumnya kami ingin menanyakan suatu hal, yakni apakah kalian dulu tahu beberapa suku yang mendiami provinsi Kalimantan seperti halnya Suku Dayak iban di Sarawak – lalu Suku Dayak Marut yang ada di Sabah sampai dengan Dayak Kadazan yang benar-benar pernah menerapkan tradisi atas perburuan kepala manusia ? walau ini memang mengerikan, namun bagi suku-suku Dayak yang memburu kepala manusia dan membawanya kembali ke desa sebagai sebuah tanda dari kejantanan hingga dianggap sebagai sebuah trofi atas kemenangan sang pria tersebut. 

Selain itu, untuk suku ini bisa memenggal adanya kepala manusia yang akan memberikan adanya semacam kemampuan untuk menguasai roh yang nantinya bisa memberikan kekuatan kepada Kolektornya. Tak hanya itu saja, kemampuan untuk bisa menenteng adanya sebuah maupun 2 kepala manusia sudah menjadi sesuatu yang paling saja dicari untuk melamar seorang gadis disana. Bisa dikatakan, untuk suku ini bahwa Kepala Manusia menjadi semacam Mas Kawin yang wajib sekali dibawa oleh sang mempelai laki-laki. 

Walaupun begitu, Tradisi dari perburuan kepala ini sempat saja dilarang oleh rezim bagi para Raja berkulit putih pertama dari negara inggris, yakni Sir Jame Brooke yang mana bisa memimpin kerajaan Sarawak di sekitar tahun 1800 an. Namun dari tradisi kuno ini sempat saja hidup kembali selama pendudukan Jepang dalam Perang Dunia II serta saat kegagalan Pemerintahan indonesia bisa menyerang Sarawak pada tahun 1960 silam. 

Budaya Tradisi yang Paling Menyakitkan Wanita di Afrika

Kali ini kami akan membahas mengenai negara Afrika dengan berbagai macam Budaya serta tradisi yang ada. Dan tak habis pikir, bahwa tradisi maupun budaya itu masih dijalankan dan harus banget diterapkan oleh para wanita yang berada di negara Afrika. Mungkin masuknya ke dalam sebuah suku maupun masyarakat yang ada di sana ya guys… 

Memang menjadi hal wajar jika, di setiap negara yang ada di dunia memiliki tradisi yang kadang-kadang sangat aneh, gila, dan mengerikan ! Berdasarkan dari Suku maupun adat istiadat yang telah dianut, maka mulai saja lahir sebuah tradisi yang mana semakin hari dilakukan dan sudah menjadi sesuatu hal yang dianggap wajar dan sah-sah saja. Tradisi yang dianut ini memang memiliki keunikan masing-masing dari berbagai negara, dan salah satunya adalah negara Afrika. Keunikan suku terdalam yang ada di Afrika, maka akan memperlakukan wanita yang memang jika dilihat di luar masyarakat Afrika bukanlah hal yang memang wajar dan terbilang gila. Berikut ini, kami sudah mendapatkan informasi dari situs kumparan.com mengenai Budaya Tradisi yang Paling Menyakitkan Wanita di Afrika ! 

Mengenal Suku Tiv, Asli Nigeria 

Jadi dalam hal ini Suku Tiv yang berada di Nigeria sudah memiliki cara untuk menunjukkan proses atas kedewasaan seorang perempuan yang akan membuat kalian sangat ngeri gitu. Untuk menandai adanya kedewasaan, maka disini para gadis dari Suku Tiv harus benar-benar menjalani adanya ritual atas penyayatan perut ! ritual ini memang akan dilakukan ketika seorang gadis ini mampu mendapatkan haid pertamanya. Perut gadis ini bisa disayat dengan menggunakan benda tajam yang pastinya akan menyebabkan beberapa torehan luka terbentuk dari garis memanjang. 

Rasanya sendiri sudah pasti sangat menyakitkan. Dikarenakan, ketika sedang menjalani ritual tersebut, maka mereka tidak akan disertai dengan adanya obat bius maupun tindakan medis guna dalam pencegahan infeksi. Gadis ini baru saja bisa disebut sebagai wanita dewasa ketika memang sudah memiliki kurang lebihnya 4 bekas sayatan di bagian perutnya. Selain bisa menandakan kedewasaan, sayatan-sayatan ini mampu dipercaya untuk meningkatkan sebuah kesuburan si gadis. Konon dari luka sayatan ini bisa membantu mereka menjadi jauh lebih menarik lagi di mata para pria sana. 

Orang-orang dari Suku Tiv telah mengklaim adanya bagian tubuh yang terdapat bekas dari luka Sayatan itu sendiri akan meningkatkan sensitivitas wanita saat benar-benar disentuh, bahkan hingga bertahun-tahun kemudian. Jadi luka ini mampu dipercaya dalam memberikan sensasi erotis. Karena itulah, luka dari sayatan perut ini bisa dianggap sangat menarik secara seksual oleh para pria  Suku Tiv. 

Tradisi Budaya Kamerun – Afrika Tengah 

Jadi Republik Kamerun yang ada di Afrika tengah telah memiliki sebuah tradisi yang tidak akan pernah lazim untuk dilakukan oleh orang banyak, yakni dengan menyetrika bagian Payudara. Tradisi ini memang sudah dilakukan selama ratusan tahun terakhir ini. Hal ini memang dilakukan dengan tujuan sebagai pelindung dari para perempuan yang ada di Afrika dari tindakan pemerkosaan dan juga Hamil dibawah umur. Hal ini telah dilakukan untuk bisa menghindari terjadinya segala macam bentuk aktivitas seksual pada remaja perempuan. 

Yang membuatnya unik adalah yang melakukan tindakan ini, mereka para Ibu Kandung dari gadis remaja yang akan langsung disetrika Payudaranya. Tindakan tersebut telah dilakukan dengan menggunakan Spatula – lalu Batu maupun Benda apapun yang memang sudah dipanaskan sebelumnya di atas batu bara. Dan setelah panas, payudara sang gadis ini bisa disetrika hingga benar-benar rata. 

Tradisi ini bisa dilakukan sebagai bentuk usaha untuk mencegah tumbuhnya Payudara pada anak Gadis Kamerun. Oleh sebab itu, tindakan memijat dengan batu panas dan menyetrika payudara dilakukan oleh kaum ibu sesegera mungkin setelah si anak gadis ini memasuki masa puber. Bahkan pada sebagian remaja, tindakan ini telah dilakukan di saat mereka sudah memasuki usia 8 tahun. Dimana saat beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari, maka disini para Gadis bisa dipakaikan kemben yang terbuat dari bahan karet dan sangat ketat untuk meratakan Siluet Payudara. 

Masyarakat dengan Tradisi Leblouh – Afrika Barat 

Garis kecantikan selama ini selalu saja diukur oleh : Bentuk Tubuh + Warna Kulit dari seorang wanita. Namun hal ini benar-benar bertolak belakang dengan definisi cantik di Mauritania – Afrika Barat. Lemak di kawasan tersebut sudah dianggap sebagai kecantikan yang harus didapatkan. Hal ini akan membuat orang tua berbondong-bondong menggemukan sang anak gadisnya dengan berbagai cara yang mungkin saja bisa kembung orang yang akan doyan makan dengan porsi kuli sekalipun itu. 

Jadi menurut para penduduk Mauritania, wanita yang memiliki tubuh gemuk akan langsung jauh lebih enak untuk dipandang + dianggap cantik + kaya serta sangat mudah  sekali untuk diterima secara sosial. Mereka akan langsung dipaksa makan dan menggemukkan badan demi kecantikan yang ada. 

Dari menurut seorang aktivis perempuan, dimana Suku Mauritania mewajibkan setiap anak yang memasuki usia 5 tahun untuk bisa menjadi gemuk. Tradisi ini bisa saja disebut dengan Leblouh, dimana anak-anak ini bisa diwajibkan untuk makan dan minum atas sesuatu yang mengandung protein tinggi. Seperti halnya Susu – Mentega – Kacang dan masih banyak lagi yang lain sebagainya. Anak-anak mampu menjalani prosesi Leblouh ini akan langsung dikirim ke tempat khusus seperti Camp untuk memakan 16.000 Kalori di setiap harinya. Normalnya, dalam kurun waktu sehari orang dewasa hanya akan membutuhkan sekitar 2000 sampai dengan 2.500 kalori yang ada. 

Mengenal Suku Mursi di Afrika Timur 

Agar terlihat cantik, perempuan dari Suku Mursi ini berada di wilayah Southern Omo Valley, lalu Ethiopia Afrika Timur yang akan dipaksa untuk memasang piringan ke bibir di bagian bawah mereka. Pitingan ini nantinya akan diberi nama dengan Dhebi dan menjadikannya sebagai karakteristik spesial bagi perempuan Mursi di Afrika Timur. Konon katanya, untuk tradisi yang dilakukan ini disebabkan laki-laki Mursi memang ingin melindungi adanya perempuan suku tersebut. Mereka bisa membuat para perempuan Mursi yang tampak kurang menawan mengingat dari ratusan sampai dengan hingga ribuan tahun yang lalu, dimana para perempuan di Afrika sudah diperjual belikan untuk menjadi budak. 

Proses untuk menggunakan piring di bibir juga harus melalui adanya tahapan yang menyakitkan dan menyiksa sekali. Menurut dari situs kumparan.com yang dikutip dari situs MursiOnline, saat seorang gadis yang sudah berusia 15 maupun 16 Tahun, dimana bibir bagian bawah mereka akan langsung digunting. Dan dari beberapa kasus bahkan mereka harus saja menanggalkan 2 sampai dengan 4 gigi bagian bawah untuk bisa mendapatkan bentuk yang semaksimal mungkin. Proses pengguntingan tersebut memang biasanya sudah dilakukan oleh sang ibu pada saat ketika anak sudah mencapai adanya masa pubertas. 

Sang ibu ini akan langsung menarik bibir sang anak, kemudian bisa dilubangi hingga menembus dengan menggunakan pisau. Untuk dapat merenggangkan bibir, maka piring akan langsung diletakkan dan akan langsung dibiarkan hingga potongan awal sudah sembuh. Setelah piring ini dibibir, nantinya akan digantikan oleh piring lain yang sedikit lebih besar. proses nya sendiri akan langsung diulang sehingga bibir akan menjadi jauh lebih besar. Untuk para wanita disana penggunaan piring di bibir ini sudah dipandang sebagai hal-hal yang menyangkut harga diri. 

Selain itu masih ada Suku Pokot dari Kenya yang melakukan tradisi sunat untuk wanita, dimana sunat ini akan dilakukan dengan memotong bagian Klitoris dan juga Genitalia Eksternal dan ditutup dengan menjahit vagina tersebut untuk mengurangi adanya hasrat seksual wanita. Dan ini parah banget si, Asli ! Ngilunya sampai kesini nih !

Tradisi Kebudayaan Masyarakat Eskimo yang Unik

Bisa dikatakan begitu banyaknya tradisi yang menyeramkan di dunia dan masih saja sampai detik ini dilakukan oleh orang-orang tersebut. Salah satunya yang sedang terjadi sejak dulu hingga kini oleh masyarakat yang tinggal dii daerah Kutub Utara, atu di kenal dnegan Masyarakat Es Kimo. kira-kira seperti apakah itu ? …. 

Tradisi menyeramkan yang kami maksudkan bukan menyakiti diri sendiri atau diri orang lain, melainkan mengenai bagaimana kebiasaan dari orang-orang Eskimo yang memiliki kaitan langsung tentang kehidupan seksual mereka ini. Dimana memang masih memiliki sifat kesukuan dan belum juga terpengaruh oleh adanya budaya dari luar. 

Seperti yang sudah dilansir dari Ranker oleh situs Law Justice.co yang merujuk pada Istilah dari Eskimo ini ke para penduduk asli wilayah Arktik di bagian Utara dan juga Subarktik yang mendiami wilayah bagian Amerika Utara, Greenland dan juga Siberia. Eskimo ini menjadi kelompok atau suku tertentu yang sudah dikenal langsung sebagai Inuits, Aleuts, Yupik, Qipi dan masih banyak lagi nama lainnya tergantung pada lokasi serta melihat dari latar belakang budaya yang mereka miliki. 

Mengenal Sejarah Peradaban Kemunculan Suku Eskimo 

Nama asli dari Suku Eskimo ini adalah Esquimaux, yang mana istilah ini sudah digunakan oleh orang-orang yang mendiami langsung daerah situs daftar s1288 dan Kutub Bumi. namun tidak termasuk pada wilayah Skandinavia dan sebagian besar wilayah di negara Rusia. Namun masih termasuk pada bagian paling timur dari negara Siberia. Disana terdapat 2kelompok besar Eskimo yakni : Inuit yang berada langsung di daerah Utara Alaska , Kanada dan juga Greenlad. Sedangkan satu lagi adalah Yupik yang berada di Barat Alaska dengan Timur Jauh di Rusia. 

Orang-Orang Eskimo sendiri memiliki hubungan dengan adanya Etnis Aleut dan juga Alutiiq yang berasal langsung dari kepulauan Aleutian yang berada di Alaska dan juga si Sig Piak dari kepulauan Kodiak hingga Prince William Sound yang berada langsung di Selatan Tengah Alaska. Orang-Orang Eskimo ini menjadi orang Asia terutama sekali orang Asia Timur dikarenakan memang ciri dari fisik kehidupannya sendiri sangat mirip dan dari paras wajah yang dimiliki juga layaknya orang yang berasal dari Asia Timur. Hal ini juga menunjukan langsung bahwa sejak dahulu bangsa Asia bermigrasi ke Benua Amerika. 

Untuk Eskimo sendiri tinggal dalam beberapa kelompok keluarga, yang mana masing-masing berisikan pada beberapa ratusan orang. Anak-anak  Eskimo sudah dianggap Harta dan jarang sekali untuk dihukum. Namun tidak berarti mereka ini dimanjakan. Nah peran lelaku yang ada di suku Eskimo ini adalah : Berburu Makanan, Mengendalikan Kereta Luncur Anjing, lalu bisa Mendayung Perahu dan juga bisa Membangun Tempat Penampungan. Sedangkan adanya sosok istri disini memiliki peran penting sebagai : Pembuat Pakaian Keluarga yang sangat hangat, lalu mereka juga harus bisa menjaga anak-anak, dan disini tugasnya juga memasak untuk keluarganya sampai ada juga yang membantu tugas suaminya tersebut. 

Agama dan Kepercayaan yang Dimiliki oleh Suku Eskimo 

Dari hadirnya setiap komunitas, memang umumnya memiliki seorang laki-laki atau juga perempuan yang mana diyakini langsung dengan memiliki kekuatan hanya untuk berkomunikasi dengan roh-roh, dan mereka disebut dengan “Angatkuq” oleh adanya orang-orang Eskimo dan juga Shaman oleh keberagaman dari orang berkulit Putih. Mereka semua mencoba langsung membawa cuaca yang baik dalam menyembuhkan orang sakit, lalu meningkatkan pasokan permainan dan juga umumnya dapat memperbaiki kondisi dari masyarakatnya. 

Tradisi Kebudayaan yang Dianut oleh Suku Eskimo 

Kira-kira, seperti apa tradisi menyeramkan, aneh, dan unik yang dijalankan oleh orang-orang yang mendiami Suku Eskimo ini ? cek lebih detail pada bacaan yang ada di bawah ini ! 

Mengizinkan sang Teman tidur Dengan Istri Mereka – memang rata-rata orang Eskimo menganggap teman mereka ini menjadi saudara dan juga bisa saling berbagi, termasuk dalam masalah pasangan. Contohnya saja ; ketika seorang pria sedang berburu maka temannya mampu untuk menggantikan sang pria ini dalam menemani istri mereka yang memang sedang sendirian di dalam rumah. 

Seorang Lelaki Diizinkan 1 Atap dengan Calon  Istri – menurut lawjustice.co, mengatakan kurang lebihnya satu tahun sebelum menikah seorang pria akan langsung bergabung dengan calon istrinya dan juga menjalankan berbagai macam kegiatan dan salah satunya berburu. Di dalam masa tersebut, mereka juga bisa memulai kehidupan ranjang mereka sampai benar-benar sudah mendekati masa pernikahan. Dengan begitu, pria ini nantinya bisa membuktikan dirinya pada keluarga calon mempelai. 

Dianjurkan untuk Berhubungan Intim sebelum Menikah – diambil dari kisah seorang penjelajah Denmark yang bernama Peter Freuchen yang sempat tinggal bersama Kelompok Eskimo yang berada langsung pada kawasan Greenlad sejak awal abad ke 20. Dimana dalam hal itu mengatakan, orang tua ini tidak akan khawatir ke mana anak-anak remaja mereka pada malam hari. Mereka justru membiarkannya , termasuk pada saat si anak ini menemukan igloo kosong dan juga menghabiskan waktu  bersama lawan jenisnya tersebut. Pasti sampai sini kalian akan sangat paham deh pokoknya ! 

Wanita Hamil oleh Pria Lain Tidak Menjadi Masalah Besar ! – dikarenakan hubungan intim pra nikah ini sudah menjadi suatu hal yang biasa saja di kalangan mereka, maka wanita yang hamil dengan pria lain dari luar suaminya atau bukan suaminya tidak menjadi masalah yang besar. Itu semua tidak menjadi stigma negatif atau membuat pelakunya untuk bisa dikucilkan. 

Mengajari Anak dalam Berhubungan Intim – jadi seperti yang sudah kami beritahukan bahwa Eskimo sendiri memiliki 2 suku kelompok, yang mana Suku Qipi Eskimo di Arktik Timur yang sangat amat terbuka dalam mengajari anaknya mengenai hubungan intim. Mereka semua bahkan mempraktekkannya di depan sang anak, dan hal ini bisa berlanjut sampai pada anak mereka bisa menjadi remaja. 

Kegiatan Melakukan Pertukaran Istri – dimana semuanya dilakukan oleh Shaman yang mana kegiatan menukar Istri dan juga Shamanistik berkaitan erat dengan adanya masyarakat Eskimo. Usai Shaman bisa melakukan ritual, pra pria Eskimo ini akan langsung saling bertukar pasangan dan melakukan hubungan intim dalam kondisi yang gelap gulita. Disini lampu dinyalakan kembali ketika kegiatan mereka ini bisa berakhir, tradisi menyeramkan tersebut sudah terjadi pada orang-orang Eskimo di kawasan Greenland. 

Memiliki Pakaian dari Dasar Kulit Hewan – memang di setiap daerah pastinya memiliki gaya atau fashion yang berbeda-beda. Namun semuanya memiliki model Jaket Berkerudung, Celana yang panjang Kaos Kaki, penggunaan dari Sepatu Boots dan juga dilengkapi oleh sarung tangan. Jika musim dingin ini tiba, maka mereka akan memakai pakaian dengan baju dua lapis atau set baju lengkap. Dengan lapisan pertamanya bulu di bagian dalam yang bersentuhan langsung dengan kulit. Lalu untuk lapisan kedua di bagian bulunya sendiri berada di luar. 

Iglo adalah Rumah Suku Eskimo – dalam hal ini bangunannya sendiri terbuat langsung dari bahan dasar seperti Es yang mana mudah sekali meleleh dan mereka sendiri membuat Igloo pada waktu musim dingin . untuk Igloo ini terdiri langsung dari 3 jenis yang diantaranya dibedakan langsung menurut besar ruangan dan juga kegunaannya seperti : 

  1. Igloo Kecil sebagai tempat berlindung sementara.
  2. Igloo Semi Permanen sebagai tempat perlindungan yang memiliki ukuran sedang untuk ditinggali oleh 2 keluarga. 
  3. Igloo ukuran besar bisa nantinya ditempati untuk kesempatan yang khusus. Dibangun langsung dari Igloo yang ukurannya jauh lebih kecil yang langsung saja dirombak agar nantinya bisa menjadi jauh lebih besar. Ukurannya sendiri memiliki 5 ruangan dan juga menampung 20 orang.

Mendalami Kehidupan Peradaban Suku Indian di Arizona

Dikutip dari Situs femina.co.id, dalam perjalanan mereka untuk menyibak sisi lain dari negara Asli di Amerika Serikat atau lebih dikenal sebagai kawasan Paman Sam yang biasanya kalian dengan pada film-film Asia, yakni Suku Indian yang terkenal asli dari Amerika Serikat. Kehidupan yang dimiliki oleh Suku Indian ini bisa dikatakan kebanyakan bertolak belakang dengan adanya kehidupan warga negara Amerika Serikat pada umumnya. Walau sudah banyak beradaptasi dengan kehidupan yang Modern, tidak sedikit juga yang mana masih hidup dalam ajaran Adat Istiadat nenek moyang mereka yang telah lama ada dari ratusan tahun yang lalu. 

Suku Indian juga sudah dikelompokkan lagi dalam beberapa Sub Suku, seperti suku yang suda terkenal langsung dengan adanya hasil dari kerajinannya yakni Hopi. sedangkan untuk suku yang sudah mahir berkuda serta berperang adalah Apache. Walau mereka semua bisa tinggal langsung di negara bagian mana saja pada kawasan Amerika, tetap saja beberapa diantara mereka lebih nyaman untuk bisa hidup berkelompok. Disini peran pemerintah juga sudah memberikan adanya lahan khusus yang bisa mereka semua tempati  yakni di Indian Reservation. 

Kawasan Navajo Nation 

Ini sebuah Wilayah dengan Luas sebesar 65.000 KM Persegi. Wilayahnya sendiri berada di Utara Arizona yang telah menduduki daerah Utara dan New Mexico. Kawasannya sendiri memiliki letak di Gurun Pasir Sonoran yang mana telah dikaruniai pada pemandangan unik yang berupa bentangan luas dari dataran rendah, yang mana bersanding langsung pada bebatuan sampai dengan tebing indah yang memiliki warna merah Kecoklatan. Film jenis Koboi sendiri sering sekali mengambil lokasi syuting di kawasan tersebut. 

Diperkirakan langsung hanya ada sekitar 175.228 orang yang mana tinggal langsung di area tersebut. Lalu untuk Suku Indian yang langsung mendalami adanya kawasan tersebut yang dikenal langsung sebagai Dine. mereka semua memiliki rumah khas yang dinamakan dengan Hogan dan juga memiliki bentuk segi delapan dan juga berpintu menghadap ke arah matahari terbit. Walau disini banyak yang sudah tinggal dirumah Modern, namun tetap saja mereka sendiri tetap saja mempertahankan rumah tradisionalnya tersebut. 

Pada Suku Indian, mereka memiliki simbol seperti Rambut yang mana pantang lagi bagi pria dan juga wanita  hanya untuk memotong ataupun untuk bisa mewarnainya. Pantas saja, disini mereka semua bahkan saya sekalipun hampir tidak pernah, nonton film Indian yang memotong rambutnya menjadi pendek bagi kaum wanita. Navajo Nation benar-benar tempat yang jauh dari kata hiruk pikuk dunia perkotaan yang sudah Modern. Dan disana kalian tidak bisa menemukan banyak transportasi, sehingga disini hampir semua warganya harus bisa memiliki mobil tersebut. 

Melihat Warisan Budaya Hubbell & Heard Museum

Suku Indian menjadi penduduk pertama yang sudah menempati Benua Amerika. Suku Indian dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, mereka ini harus memakai adanya sistem barter di tempat yang namanya Trading Post. Salah satunya dari Trading Post yang terkenal adalah Hubbell & Heard Museum yang masih saja berfungsi hingga detik ini. Dan disini orang-orang Indian saja yang bisa melakukan barter, namun untuk Wisatawan sendiri hanya dapat membeli barang-barang kebutuhan atau souvenir dengan adanya mata uang Dollar Amerika. 

Heard Museum | DLR Group

Dalam toko ini, maka kalian akan menemukan adanya barang-barang yang sudah bisa dibilang antik bagi kebanyakan Masyarakat Amerika Serikat. Beberapa contohnya : Koran Khusus Navajo Nation, lalu Karung Tepung, adanya Kaleng Besi Air Minum, Mesin Kasir Lama dan juga adanya barang-barang kebutuhan rumah tangga yang sepertinya bisa datang dari beberapa ratusan tahun yang lalu. Transaksi disini juga masih menggunakan Nota, dan mereka semua masih sangat amat ramah dan juga tidak segan-segan membicarakan mengenai berita dan juga Gosip Lokal. 

Cara termudah untuk bisa mempelajari Suku Indian ini dengan cara mengunjungi Heard Museum. Nah Museumnya sendiri sudah berdiri sejak tahun 1929 yang mana sudah terletak di Jantung Kota Scottsdale. Tujuannya sendiri hanya untuk memperkenalkan dan juga bisa mempromosikan kebudayaan dan juga sejarah Suku Indian tersebut. Walau memang telah didirikan bukan oleh suku Indian asli, maka koleksinya sendiri mampu mewakili sejarah peninggalan dari Suku Indian yang memiliki nilai tinggi. Disini kalian juga bisa mendapatkan toko Souvenir yang mana menjual langsung hasil dari karya Suku Indian yang asli. Nah, yang paling terkenal sendiri disana adalah DreamCatcher.

Kebudayaan Pow Wow dan juga Bahasa Navajo 

Suku Indian ini sama dengan suku lainnya yang ada di dunia, dimana mereka ini sedang berusaha untuk bisa melawan kepunahan dari Tradisi – Bahasa dan juga Budaya. Apalagi anak muda cenderung lebih menyukai budaya Asing dibandingkan lagi dengan budaya sendiri. Satu yang masih bisa dipertahankan seperti Pow Wow atau adanya Acara Reunian Orang India yang sudah dimeriahkan dengan kompetisi dansa dan juga musik. Sayangnya sekali, untuk acara yang satu ini sudah terkesan tertutup dan juga tidak dipromosikan bagi para turis. 

Untuk warna warni kostum yang sudah meriah lengkap dengan adanya bulu-bulu sampai cat di tubuh mereka yang seakan-akan, bisa menghipnotis kalian. Dan disini mereka juga berhasil untuk mencicipi makanan khas mereka seperti Fry Bread. Adonan dari tepung lebar ini nantinya di goreng, dan juga bisa ditaburi sayur sampai dengan potongan daging atau dimakan sebagai makanan ringan yang langsung ditaburi oleh tepung gula dan tambahan madu. 

Bahasa dari Suku Navajo juga sedang diperjuangkan pada era modernisasi dikarenakan, memang mulai saja ditinggalkan oleh masyarakatnya tersebut. Lalu rata-rata orang Indian juga bisa lho dalam melakukan kemampuan berbahasa Inggris, namun kebanyakan orang tua yang hanya bisa berbahasa Indian. Bahasa Navajo sendiri tergolong sulit dipelajari karena memang memiliki cara pengucapan, ejaan serta adanya Intonasi sangat amat spesifik. Sulitnya dari berbahasa Navajo sudah membantu memenangkan bangsa AS ketika Perang Dunia ll dan bahasa ini juga sudah dibuat menjadi kode hanya untuk berkomunikasi melalui telegraf dan radio sehingga disini musuh sangat sulit untuk bisa memecahkan isi dari pesan tersebut. 

Aturan dalam Berkunjung ke Kawasan Suku Indian 

  1. Suku Indian menjadi suku yang ramah. Namun minusnya, mereka ini tidak terbiasa untuk bisa berinteraksi dengan orang asing. Mereka ini memiliki sikap Sopan dan juga mampu menghargai tradisi dari mereka sendiri. Disini kalian jangan melakukan hal yang memang tidak diundang oleh suku Indian tersebut. 
  2. Ada waktunya para suku Indian ini tidak berkenan untuk di foto. Karena itulah, kalian harus meminta izin lebih dahulu untuk mengambil gambar di kawasan tersebut bersama orang-orang Suku Indian. 
  3. Beberapa orang Indian juga tidak akan nyaman dengan adanya kontak fisik jika mereka bertemu, berjabat tangan saja sudah dirasa sangat cukup. 
  4. Suku Indian juga memiliki bahasa daerah mereka sendiri. Dan sebagian besar dari mereka ini mampu dalam berbahasa Inggris sehingga nantinya memiliki pemandu Orang Lokal yang sangat amat disarankan.

Tradisi Orang Papua Adat dari Ujung Timur

Indonesia merupakan negara yang sangat multikultural. Indonesia terdiri atas banyaknya suku bangsa, dengan budaya dan juga adat kebiasan yang sangat khas. Ratusan suku bangsa yang tersebar di seluruh penjuru wilayah di Indonesia mempunyai banyak tradisi menarik. Tak terkecuali seperti yang berada di wilayah Pulau Papua di ujung timur. Papua Pulau yang terletak di daerah paling timur dari wilayah Nusantara ini, sangat kaya dengan sumber daya alamnya. Papua yang tidak hanya terkenal dengan burung khas mereka Cendrawasih atau juga terkenal dengan objek wisatanya mereka yang sangat indah seperti halnya Raja Ampat, Taman Nasional Wasur yang didominasi dengan sabana, serta juga Taman Lorentz yang didalamnya masih terdapat berbagai macam hewan dan juga budaya yang masih khas.

Tradisi Orang Papua Adat dari Ujung Timur

Papua juga merupakan pulau terbesar kedua yang ada di dunia, yaitu setelah pulau Greenland di Denmark. Pulau ini juga memiliki ratusan suku dengan banyaknya bahasa daerah yang ada di dalamnya. Suku-suku tersebut yaitu seperti suku Asmat, Huli, Muyu, Amungme, Bauzi, Korowai, Dani, dan juga beberapa suku yang masih banyak lagi. Banyaknya suku yang mendiami Papua ternyata, memiliki tradisi yang unik. Beberapa tradisi unik dan menarik yang dimiliki masyarakat Papua sebagai berikut.

Tangguh Berjalan Kaki

Karena hidup jauh di pedalaman hutan, beberapa masyarakat dari suku-suku di Papua sangat berada jauh dari pusat keramaian yang ada di wilayah perkotaan. Sehingga untuk menjual beberapa hasil ladang mereka biasanya harus berjalan kaki dari tempat tinggal mereka menuju wilayah perkotaan, dan biasanya membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai ke kota. Kebiasaan tersebut adalah sebuah kebiasaan yang telah dilakukan sejak dahulu, oleh karena itu tak heran jika fisik dari masyarakat adat Papua cukup tangguh untuk berjalan kaki hingga selama berhari-hari lamanya.

Selalu Membawa Senjata Tajam

Masyarakat yang berasal dari Papua, mereka selalu siap sedia dengan berbagai macam senjata tajam seperti halnya parang, sajam, hingga beberapa anak panah setiap kali mereka nantinya akan keluar rumah. Kebiasaan ini adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan sebagai upaya untuk melindungi diri mereka jika sewaktu-waktu mereka dalam bahaya Mengingat jika mereka masih hidup di alam liar yang masih dihuni oleh berbagai macam binatang buas.

Ahli dalam Menjinakkan Hewan

Ada fakta unik yang juga dimiliki oleh sbobet dan masyarakat Papua. Karena mereka hidup di dalam alam liar, beberapa suku yang ada di pedalaman Papua juga dituntut untuk dapat mampu beradaptasi dengan lingkungan alam yang penuh dengan bahaya. Salah satu dari bentuk adaptasi mereka adalah kemampuan untuk dapat menjinakkan berbagai macam hewan liar seperti halnya hewan anjing dan juga babi hutan. Anjing yang biasanya akan dijinakkan dengan cara mengikat satu bagian kaki depannya, sedangkan babi nantinya akan dijinakkan dengan cara menusuk satu matanya.

Tradisi Menikah

Setiap suku yang ada di Papua tentunya juga akan memiliki beberapa tradisi yang berbeda-beda dalam perayaan dan juga upacara pernikahan. Namun pada umumnya, menggunakan sebuah mas kawin berupa barang berharga dengan harga yang sangat luar biasa fantastis.

Namun ada yang unik dari masyarakat papua dalam urusan maskawin.
Biasanya mas kawin tersebut yang akan berupa senjata api peninggalan dari kolonialisme Belanda dan juga Jepang, hewan ternak seperti halnya babi, kain tenun berpuluh-puluh lembar, hingga juga berbagai manik-manik.

Tari Perang

Tari Perang merupakan salah satu tarian yang akan menggambarkan jika kepahlawanan dari masyarakat Papua. Tarian ini biasanya akan dipentaskan sebagai sebuah tarian pengorbanan api semangat saat akan berperang dengan suku lainnya. Tari perang biasanya akan dilakukan oleh sekelompok pria dengan parang, panah dan berbagai macam jenis senaca khas Papua lainnya. Karena sebuah persaingan antar suku sekarang ini sudah tidak ada, kini tari Perang lebih sering dipentaskan untuk menyambut para tamu yang akan datang berkunjung ke wilayah mereka.

Injak Piring (Mansorandak).

Suku Biak di daerah Teluk Doreri, Manokwari, Papua Barat biasanya mereka akan melakukan sebuah tradisi Injak Piring. Tradisi injak piring ini adalah sebuah tradisi yang digunakan untuk menyambut kerabat mereka yang telah kembali dari daerah perantauan.

Biasanya di dalam tradisi ini, sang perantau nantinya akan mandi kembang di atas sebuah piring adat, kemudian mereka akan di masuk ke sebuah ruangan bersama dengan keluarga besar dan ia yang biasnaya akan mengitari sembilan piring adat sebanyak sembilan kali. Kenapa angka yang digunakan adalah sembilan? Karena angka tersebut melambangkan sembilan marga yang ada di suku Doreri di Manokwari.

Setelah itu, sang perantau juga nantinya akan menginjak replika buaya yang jadi sebuah lambang cobaan dan juga sebuah tantangan dalam hidup, dan kemudian acara ini akan diakhiri dengan makan bersama. Tradisi ini sendiri disebut Mansorandak, sebagai sebuah ucapan rasa syukur atas kepulangan dari anggota keluarga mereka sekaligus untuk membersihkannya dari roh-roh jahat yang ada selama di perantauan.

Namun, kini masyarakat dari Suku Biak alam melakukan Mansorandak dengan cara menyiram air kepada sang perantau yang telah kembali sebelum mereka nantinya akan memasuki rumah, tidak dengan mengitari sembilan piring lagi.

Tidak hanya sebagai sebuah momen menyambut kerabat yang pulang dari sebuah perantauan, tradisi dari Injak Piring ini juga biasanya akan dilakukan pada saat menyambut tamu negara yang sedang berkunjung ke Manokwari. Para tamu nantinya akan melakukan sebuah prosesi Injak Piring. Hal ini sebagai bentuk simbolis dari rasa syukur masyarakat yang ada di sana atas kunjungan.

Bakar Batu (Barapen)

Tradisi unik lain yang juga dilakukan oleh masyarakat Papua adalah bakar batu, yang disebut dengan Barapen. Barapen adalah sebutan dari sebuah tradisi di kota, ada juga nama lainnya pada masing-masing daerah di Papua. Barapen ini biasanya adalah sebagai simbol rasa syukur dan juga simbol persaudaraan, tapi bisa tradisi ini akan dilakukan pada saat upacara kematian. Tradisi ini merupakan salah satu dari budaya tertua yang ada di sana.

Jadi, di dalam tradisi Bakar Batu ini nantinya masyarakat di sana akan membuat sebuah lubang dan kemudian akan menutupinya dengan menggunakan daun-daun pisang. Di atasnya, mereka nanti akan menyusun batu-batu yang yang sudah bersih dan juga berukuran paling besar di bagian paling bawah, kemudian kayu di bakar di atasnya dan akan di tutup dengan batu-batu kecil. Setelah itu, mereka akan membakar susulan batu tersebut sampai panas, dan kemudian berilah menaruh sejumlah makanan di atasnya. Makanan tersebut yang dapat berupa daging babi, ubi-ubian, sayuran, dan juga sebagainya. Setelah nantinya matang, mereka pun nantinya akan menyantapnya bersama-sama sambil ditemani kopi pahit.

Demikian itulah beberapa tradisi unik yang telah dilakukan oleh masyarakat Papua. Tradisi tersebut masih terjaga hingga kini dan masih tetap dilestarikan oleh suku-suku yang berada di Papua. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan anda nantinya tentang keberagaman budaya di Indonesia.

Festival Midsommar di Dunia Nyata

Apakah anda ingat dengan film Midsommar garapan Ari Asyer yang tayang pada tahun 2019 lalu ? Film yang bergenre folk horror tersebut sempat menyedot banyak sekali perhatian publik karena alur ceritanya yang tak biasa dan kisah seramnya. Nah, tapi tahukah traveler, jika festival Midsommar yang ada di dalam film tersebut ternyata juga terinspirasi oleh festival yang diadakan di dunia nyata loh.

Festival dari Midsommar ini adalah festival yang juga dilakukan di dunia nyata, tepatnya berasal dari Swedia dan selalu dirayakan setiap tahunnya sampai saat ini. Dikutip dari harian Matador Network, Midsommar Midsummer adalah sebuah festival yang dirayakan di belahan bumi utara setiap musim panas tiba, tepatnya yang ada di akhir judi. Ketika durasi penyinaran matahari paling lama sepanjang tahun. Di Swedia sendiri, Midsommar ini adalah sebuah festival yang diartikan sebagai matahari yang tidak pernah atau hanya nyaristerbenam saja pada perayaan ini.

Festival Midsommar di Dunia Nyata

Sama halnya seperti di film, festival Midsommar ini akan dirayakan secara besar-besaran, lengkap dengan menggunakan mahkota bunga, tarian maypole, udara yang sangat segar, dan juga berbagai jamuan lainnya. Saking meriahnya festival ini, beberapa orang juga sampai mengajukan petisi untuk menjadikan Midsommar sendiri sebagai sebuah hari nasional yang jatuh setiap tanggal 6 juni. Namun sebenarnya selain negara Swedia, ada juga masyarakat yang berasal dari negara lain yang juga merayakan festival serupa. Sebut saja seperti Finlandia dengan perayaan Juhannus-nya. Lalu di Norwegia juga ada festival Sankt Hans After sementara di negara Denmark disebut dengan perayaan Sankt Hans Often.

Di luar kawasan Nordik, negara lain yang ada di Eropa seperti halnya Portugal dan Hungaria juga ikut merayakannya festival ini. Bahkan di Brasil dan juga Kanada, masyarakat merayakannya sebagai sebuah Hari Santo Johannes. Di Latvia, perayaan ini adalah sebuah peringatan yang disebut dengan Ligo atau Jani. Perayaan tersebut menjadi perayaan terbesar yang dirayakan setiap tahun.

Sejarah

Sejarah dari festival Midsommar ini sudah dimulai yaitu sejak masa agraria. Atau festival ini yang sudah dimulai sejak abad ke-6. Festival yang dilakukan untuk menyambut musim panas tiba dan juga untuk mendorong kesuburan. Festival ini nantinya akan dirayakan oleh masyarakat di pusat Swedia dan akan diadakan dalam waktu semalam suntuk karena matahari bersinar dalam jangka waktu yang cukup lama.

Menurut kepercayaan Pagan, keajaiban nantinya akan datang berlimpah antara siang dan juga malam dimana dunia kita dan juga dunia roh, yang baik dan juga jahat, posisinya akan sangat tipis saat festival ini dirayakan. Perayaan Midsommar yang kemudian terus berkembang setiap tahunnya. Pada abad ke-16 maypole diperkenalkan. Tiang tinggi ini nantinya akan dihiasi oleh dedaunan dan juga oleh bunga yang juga digunakan untuk menghiasi rumah.

Zaman dulu ada juga pria hijau atau pria yang mengenakan kostum dari tumbuhan pakis dari ujung kepala sampai ujung kaki mereka. Namun, saat kristen masuk ke Eropa pada akhir abad pertengahan, budaya pangan yang tetap tergeser dengan budaya baru sehingga Midsommar pun kemudian disesuaikan. Midsommar yang tidak lagi diryakan secara spiritual, melainkan prayaan ini yang di rayakan sebagai sebuah prayaan musim panas biasa.

Perbandingan Midsommar dalam Film dengan Kenyataannya

Mirip seperti halnya yang ada di film, saat Midsommar orang-orang yang menari kemudian akan mengelilingi maypole sambil menyanyikan lagu-lagu folk. Bedanya adalah dalam dunia nyata, kostum di film merupakan sebuah kostum tradisional yang akan didominasi dengan warna putih sementara yang aslinya, orang akan berpakaian dengan pakaian biasa dan juga akan tampil dengan mengenakan mahkota dan juga dengan bunga yang ada di kepalanya.

Lalu ada juga beberapa bagian yang ada di film yang juga benar di lakukan di dalam festival Midsommar di dunia nyata. Midsommar memang identik dengan cinta dan juga kesuburan. Perempuan yang biasanya akan memetik bunga lalu menaruhnya di bawah bantal dan mereka akan memakan bubur asin sehingga mereka nantinya dapat bertemu dengan suaminya di dalam mimpi. Hal ini tentunya berbeda dengan versi film yang mengandung beberapa kisah fiksi. Dan pastinya perayaan, Midsommar yang dirayakan di dunia nyata tidak terkait dengan sebuah ritual persembahan atau sebuah ritual pembunuhan manusia. Hal tersebut yang hanya terjadi di dalam film, sesuai dengan genre yang diangkat oleh Aster.

Acara musik dan tarian tradisional

Puncak dari acara ini adalah dengan menari dan menyanyi di sekeliling tiang. Namun sebenarnya hal ini ditujukan untuk anak-anak, tapi semua orang yang tentu saja boleh ikut berpartisipasi. Gerakan menarinya pun sangat berbagai macam, ada saat anda harus melompat seperti kodok, menirukan sebuah belalai gajah, menirukan sebuah suara macan, bertepuk tangan dan kemudian melompat. Sesi menari dan juga menyanyi biasanya akan diadakan beberapa kali selama perayaan ini berlangsung. Hal tersebut dilakukan agar para pengunjung yang baru datang di sore hari nantinya juga bisa tetap dapat berpartisipasi.

Tempat Perayaan Midsummer

Midsummer sendiri sebuah festival khusus untuk Swedia karena di dalam festival tersebut tidak hanya menyatukan sebuah komunitas saja. Akan tetapi juga merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk merayakan para pendatang baru dan turis asing. Bagi mereka yang mengunjungi Swedia dan ingin ikut mengambil bagian dalam pryaan pertengan musim panasi ini, maka disarakan adalah anda bisa pergi ke daerah pedesaan tempat perayaan tradisional pertengahan musim panas yang sesungguhnya berlangsung. Orang-orang nantinya bisa mengunjungi bagian tengah dari negara Swedia, yang dikenal sebagai Dalarna, di mana disini anda akan berkesempatan untuk melihat pemandangan yang spektakuler di kota-kota yang berbeda, seperti halnya Leksand atau Mora.

Tetapi orang juga tidak perlu meninggalkan kota, karena ada pilihan beberapa tempat lainnya yang layak dikunjungi selama beberapa hari disana. Di Stockholm, juga ada sebuah tempat untuk beberapa hewan liar yang disebut dengan nama Skansen yang menjadi salah satu perayaan terbesar kota ini. Tempat ini adalah salah satu tempat yang juga harus dilihat ketika anda nantinya mengunjungi ibukota.

Selain menari, biasanya mereka juga akan melakukan sebuah (Coffee Break), atau duduk santai bersama dan sambil menikmati secangkir kopi atau juga menikmati teh serta kue-kue manis yang ada di festival tersebut. Pada perayaan Midsummer, warga Swedia nantinya akan bersenang-senang dan mereka akan menikmati hari paling terang yang mereka rasakan pada pertengahan musim panas.

Midsummer Night

Midsummer Night adalah yang perayaan malam hari yang paling terang dalam setahun. Perayaan ini juga dianggap sebagai malam yang penuh dengan magis, karena itu adalah waktu terbaik untuk dapat menceritakan masa depan. Dalam malam ini konon, di malam tersebut air akan diubah menjadi anggur dan pakis akan menjadi bunga serta dipercaya banyak tanaman akan memperoleh kekuatan sebagai penyembuhan.

Tahun ini, perayaan Midsommar tidak dapat dirayakan orang-orang secara langsung, guna menghindari penyebaran Covid-19. Perayaan ini akan disiarkan melalui sebuah live streaming di Facebook Visit Sweden.

Demikian itulah beberapa hal menarik dari perayaan Midsummer di dunia nyata. Berbeda dari di film, perayaan ini tidak mengerikan, melainkan perayaan ini adalah perayaan musim panas yang menyenangkan. Orang-orang juga percaya pada hari perayaan tersebut dimana harapan di masa depan akan terkabul.