Tradisi Orang Papua Adat dari Ujung Timur

Indonesia merupakan negara yang sangat multikultural. Indonesia terdiri atas banyaknya suku bangsa, dengan budaya dan juga adat kebiasan yang sangat khas. Ratusan suku bangsa yang tersebar di seluruh penjuru wilayah di Indonesia mempunyai banyak tradisi menarik. Tak terkecuali seperti yang berada di wilayah Pulau Papua di ujung timur. Papua Pulau yang terletak di daerah paling timur dari wilayah Nusantara ini, sangat kaya dengan sumber daya alamnya. Papua yang tidak hanya terkenal dengan burung khas mereka Cendrawasih atau juga terkenal dengan objek wisatanya mereka yang sangat indah seperti halnya Raja Ampat, Taman Nasional Wasur yang didominasi dengan sabana, serta juga Taman Lorentz yang didalamnya masih terdapat berbagai macam hewan dan juga budaya yang masih khas.

Tradisi Orang Papua Adat dari Ujung Timur

Papua juga merupakan pulau terbesar kedua yang ada di dunia, yaitu setelah pulau Greenland di Denmark. Pulau ini juga memiliki ratusan suku dengan banyaknya bahasa daerah yang ada di dalamnya. Suku-suku tersebut yaitu seperti suku Asmat, Huli, Muyu, Amungme, Bauzi, Korowai, Dani, dan juga beberapa suku yang masih banyak lagi. Banyaknya suku yang mendiami Papua ternyata, memiliki tradisi yang unik. Beberapa tradisi unik dan menarik yang dimiliki masyarakat Papua sebagai berikut.

Tangguh Berjalan Kaki

Karena hidup jauh di pedalaman hutan, beberapa masyarakat dari suku-suku di Papua sangat berada jauh dari pusat keramaian yang ada di wilayah perkotaan. Sehingga untuk menjual beberapa hasil ladang mereka biasanya harus berjalan kaki dari tempat tinggal mereka menuju wilayah perkotaan, dan biasanya membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai ke kota. Kebiasaan tersebut adalah sebuah kebiasaan yang telah dilakukan sejak dahulu, oleh karena itu tak heran jika fisik dari masyarakat adat Papua cukup tangguh untuk berjalan kaki hingga selama berhari-hari lamanya.

Selalu Membawa Senjata Tajam

Masyarakat yang berasal dari Papua, mereka selalu siap sedia dengan berbagai macam senjata tajam seperti halnya parang, sajam, hingga beberapa anak panah setiap kali mereka nantinya akan keluar rumah. Kebiasaan ini adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan sebagai upaya untuk melindungi diri mereka jika sewaktu-waktu mereka dalam bahaya Mengingat jika mereka masih hidup di alam liar yang masih dihuni oleh berbagai macam binatang buas.

Ahli dalam Menjinakkan Hewan

Ada fakta unik yang juga dimiliki oleh sbobet dan masyarakat Papua. Karena mereka hidup di dalam alam liar, beberapa suku yang ada di pedalaman Papua juga dituntut untuk dapat mampu beradaptasi dengan lingkungan alam yang penuh dengan bahaya. Salah satu dari bentuk adaptasi mereka adalah kemampuan untuk dapat menjinakkan berbagai macam hewan liar seperti halnya hewan anjing dan juga babi hutan. Anjing yang biasanya akan dijinakkan dengan cara mengikat satu bagian kaki depannya, sedangkan babi nantinya akan dijinakkan dengan cara menusuk satu matanya.

Tradisi Menikah

Setiap suku yang ada di Papua tentunya juga akan memiliki beberapa tradisi yang berbeda-beda dalam perayaan dan juga upacara pernikahan. Namun pada umumnya, menggunakan sebuah mas kawin berupa barang berharga dengan harga yang sangat luar biasa fantastis.

Namun ada yang unik dari masyarakat papua dalam urusan maskawin.
Biasanya mas kawin tersebut yang akan berupa senjata api peninggalan dari kolonialisme Belanda dan juga Jepang, hewan ternak seperti halnya babi, kain tenun berpuluh-puluh lembar, hingga juga berbagai manik-manik.

Tari Perang

Tari Perang merupakan salah satu tarian yang akan menggambarkan jika kepahlawanan dari masyarakat Papua. Tarian ini biasanya akan dipentaskan sebagai sebuah tarian pengorbanan api semangat saat akan berperang dengan suku lainnya. Tari perang biasanya akan dilakukan oleh sekelompok pria dengan parang, panah dan berbagai macam jenis senaca khas Papua lainnya. Karena sebuah persaingan antar suku sekarang ini sudah tidak ada, kini tari Perang lebih sering dipentaskan untuk menyambut para tamu yang akan datang berkunjung ke wilayah mereka.

Injak Piring (Mansorandak).

Suku Biak di daerah Teluk Doreri, Manokwari, Papua Barat biasanya mereka akan melakukan sebuah tradisi Injak Piring. Tradisi injak piring ini adalah sebuah tradisi yang digunakan untuk menyambut kerabat mereka yang telah kembali dari daerah perantauan.

Biasanya di dalam tradisi ini, sang perantau nantinya akan mandi kembang di atas sebuah piring adat, kemudian mereka akan di masuk ke sebuah ruangan bersama dengan keluarga besar dan ia yang biasnaya akan mengitari sembilan piring adat sebanyak sembilan kali. Kenapa angka yang digunakan adalah sembilan? Karena angka tersebut melambangkan sembilan marga yang ada di suku Doreri di Manokwari.

Setelah itu, sang perantau juga nantinya akan menginjak replika buaya yang jadi sebuah lambang cobaan dan juga sebuah tantangan dalam hidup, dan kemudian acara ini akan diakhiri dengan makan bersama. Tradisi ini sendiri disebut Mansorandak, sebagai sebuah ucapan rasa syukur atas kepulangan dari anggota keluarga mereka sekaligus untuk membersihkannya dari roh-roh jahat yang ada selama di perantauan.

Namun, kini masyarakat dari Suku Biak alam melakukan Mansorandak dengan cara menyiram air kepada sang perantau yang telah kembali sebelum mereka nantinya akan memasuki rumah, tidak dengan mengitari sembilan piring lagi.

Tidak hanya sebagai sebuah momen menyambut kerabat yang pulang dari sebuah perantauan, tradisi dari Injak Piring ini juga biasanya akan dilakukan pada saat menyambut tamu negara yang sedang berkunjung ke Manokwari. Para tamu nantinya akan melakukan sebuah prosesi Injak Piring. Hal ini sebagai bentuk simbolis dari rasa syukur masyarakat yang ada di sana atas kunjungan.

Bakar Batu (Barapen)

Tradisi unik lain yang juga dilakukan oleh masyarakat Papua adalah bakar batu, yang disebut dengan Barapen. Barapen adalah sebutan dari sebuah tradisi di kota, ada juga nama lainnya pada masing-masing daerah di Papua. Barapen ini biasanya adalah sebagai simbol rasa syukur dan juga simbol persaudaraan, tapi bisa tradisi ini akan dilakukan pada saat upacara kematian. Tradisi ini merupakan salah satu dari budaya tertua yang ada di sana.

Jadi, di dalam tradisi Bakar Batu ini nantinya masyarakat di sana akan membuat sebuah lubang dan kemudian akan menutupinya dengan menggunakan daun-daun pisang. Di atasnya, mereka nanti akan menyusun batu-batu yang yang sudah bersih dan juga berukuran paling besar di bagian paling bawah, kemudian kayu di bakar di atasnya dan akan di tutup dengan batu-batu kecil. Setelah itu, mereka akan membakar susulan batu tersebut sampai panas, dan kemudian berilah menaruh sejumlah makanan di atasnya. Makanan tersebut yang dapat berupa daging babi, ubi-ubian, sayuran, dan juga sebagainya. Setelah nantinya matang, mereka pun nantinya akan menyantapnya bersama-sama sambil ditemani kopi pahit.

Demikian itulah beberapa tradisi unik yang telah dilakukan oleh masyarakat Papua. Tradisi tersebut masih terjaga hingga kini dan masih tetap dilestarikan oleh suku-suku yang berada di Papua. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan anda nantinya tentang keberagaman budaya di Indonesia.